Umat Hindu Bolmong Doakan Bangsa Disaat Nyepi

BOLMORA.COM, BOLMONG — Umat Hindu di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) legowo prosesi Ogoh-Ogoh dibatalkan demi mematuhi anjuran pemerintah tentang pencegahan penyebaran virus Covid 19 atau virus corona.
“Umat legowo pawai ogoh-ogoh ditiadakan,” kata Ketut Kolak pemuka agama Hindu Bolmong.
Dikatakannya, umat telah membuat ogoh-ogoh sejak tiga bulan lalu. Pembuatan dilakukan per kelompok dengan memanfaatkan bahan seperti koran bekas dan lainnya.
“Namun melihat kondisi terkini bangsa dimana virus corona terus berkembang, semua menerima keputusan untuk membatalkan pawai ogoh-ogoh,” kata dia.
Menurutnya, catur guru menjadi landasan filosofis bagi umat untuk taat pada imbauan pemerintah.
“Salah satu catur guru adalah taat pada pemerintah,” katanya.
Ia menjelaskan, pawai ogoh-ogoh akan diganti doa umat di rumah masing masing. Acara melasti beberapa hari sebelum nyepi, tidak akan dilakukan secara massal.
“Hanya pendeta dan pengiringnya yang mengambil air suci, kemudian dibawa ke pura, dari pura disalurkan ke umat,” beber dia.
Prosesi “pesiar” antar warga usai nyepi juga akan ditiadakan. Dalam nyepi, kata dia, umat hindu akan mendoakan keselamatan bangsa dari virus corona.
Diketahui, kegiatan ogoh-ogoh di Mopuya Bolmong selalu ramai. Setiap tahunnya Ada ratusan ogoh-ogoh yang diarak. Mopuya dikenal sebagai daerah transmigran yang dihuni warga Bali
(Agung).



