Antisipasi Mewabahnya Virus Corona, Pemda Boltim Gelar Rakor

BOLMORA.COM, BOLTIM — Berkaitan dengan upaya antisipasi terhadap mewabahnya virus Corona atau Covid-19, sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia (RI) di seluruh wilayah Indonesia, maka Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), memandang perlu lakukan antisipasi, dengan melakukan Rapat Koordinasi (Rakor).
Rakor tersebut, bertempat di ruang rapat lantai tiga Kantor Bupati Boltim Senin, (22/03)
Rakor kali ini, menghadirkan Wakil Bupati (Wabup), Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten, Staf Ahli, Staf khusus, Kepala SKPD, Polres, Kodim, Camat, Sangadi, Sekdes, Ketua BPD, Ormas, baik kemasyarakatan, Pemuda dan Keagamaan.
Bupati Botim Sehan Landjar. SH, Dalam sambutannya mengatakan, adapun hal-hal yang dibahas yakni upaya pemantauan, pencegahan dan penanggulangan, serta pembiayaan.
“ Karena pentingnya persoalan yang sedang kita hadapi, maka diminta keseriusan semua komponen masyarakat untuk melakukan upaya-upaya antisipasi penularan virus yang sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa manusia. Termasuk himbawan Pemerintah agar semua kegiatan atau bentuk pertemuan yang menghadirkan orang banyak agar di hindari. Jangan bersentuhan, selalu mencuci tangan dan harus mengetahui gejala terpapar virus, serta upaya antisipasinya,” terang Bupati.
Lanjut Bupati, Rakor ini digelar untuk menindaklanjuti instruksinya Presiden tentang kondisi darurat akan bahayanya wabah Covid-19.
“Kita tahu bersama dalam kurun waktu satu bulan sangat pesat wabah Covid-19. Kenapa kita merasa Indonesia perlu mengantisipasinya, karena luas wilayah kita yang berdekatan dengan negara lain juga terinfeksi virus ini. Yang paling utama kepedulian, sifat tidak mau tahu terhadap virus ini harus dihilangkan. Makanya perlu penanganan serius,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan dan penanggulangan dilakukan dengan cara apapun, untuk menyelamatkan rakyat.
“Situasi Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan. Di negara Italia terbanyak yang meninggal, karena himbauan pemerintah tidak digubris. Sebagai pemerintah, maka langkah yang diambil yakni segera mengamankan, mencegah dan mengantisipasi. Maka bantu kami agar semua masyarakat jangan keluar rumah, jangan beraktifitas jika tidak penting,” pintanya.
Bupati juga mengaku akan menyiapkan anggaran untuk pencegahanya. “Kementerian Desa juga mengeluarkan instruksi agar jika perlu di pakai Anggaran Dana Desa (ADD) untuk penangananya,” kata Bupati.
Selain itu kata Bupati, ia juga menginstruksikan untuk membentuk gugus tugas, pengawasan dan pencegahanya.
“Terutama para Camat, Sangadi di jajaran perangkat desa agar segera umumkan dan beritahukan kepada masyarakat akan larangan aturan ini, demi mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Instruksi Kaporli adalah setiap anggota Polri akan bertindak tegas jika ada masyarakat yang melawan dan masih berkeliaran di luar ruangan dan berkerumun. Selanjutnya pantau aktifitas warga yang keluar daerah atau ada tamu dari luar yang masuk di daerah kita, perlu diawasi dan diperiksa. Jika positif, segera isolasi amankan dan obati,” tutup Eyang sapaan akrab Bupati
(Ayax Vay).



