Ini Pernyataan Kapolda Sulut Soal PETI di Bolmong

0
296
Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa/Foto by: Wandy

BOLMORA.COM, BOLMONG — Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa menyatakan akan segera menutup Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bolmong. Terutama PETI yang ada di pegunungan Potolo, Kecamatan Tanoyan. Lumowa memberi ultimatum waktu sebulan bagi penambang agar menghentikan aktivitas PETI. 

“Saya kasih waktu sebulan,” ujar Lumowa di D’Talaga Resto, Bolmong. Kamis (12/3/2020)

Lumowa menegaskan, bahwa aktivitas PETI telah melanggar seperangkat aturan. Mulai dari UU nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba, UU Lingkungan Hidup serta UU konservasi.

“Adanya PETI juga memicu konflik, ada yang terbunuh karena kecelakaan, ada pula yang karena perebutan lubang,” ujar dia.

Kapolda janji akan memproses hukum para pelaku PETI. Apalagi kepada para pelaku yang menggunakan alat berat.

“Ulah mereka sangat tidak dibenarkan, mereka tak boleh lolos begitu saja,” ketus kapolda.

Sanksi hukum juga akan dikenakan bagi oknum aparat kepolisian yang memback up PETI. 

“Kami tak akan pandang bulu,” tegas Lumowa.

Diketahui PETI di Bolmong selama ini jadi sumber konflik. Di Potolo, perkelahian antar orang suruhan para cukong terus terjadi.

Sementara di tambang di Desa Bakan, kecelakaan kerap kali terjadi, dan sudah puluhan nyawa jadi korban.

(Agung).

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here