Kotamobagu

SPBU Matali Diminta Prioritaskan Warga Setempat Jadi Karyawan

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Penerimaan pegawai yang tidak memprioritaskan masyarakat lokal area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Kelurahan Matali Kecamatan Kotamobagu Timur mendapatkan kritikan warga setempat.

Hal ini diungkapkan  salah satu Tokoh Pemuda Matali, Gito Ardianto Simbala kepada BOLMORA. COM, Sabtu (30/3/2019) pagi tadi.

Menurutnya seharusnya hal tersebut harus diperhatikan oleh pihak management, karena yang terjadi saat ini warga Matali yang bekerja ditempat tersebut tinggal menyisakan beberapa orang.

“Seharusnya proses penerimaan karyawan SPBU memprioritaskan warga Matali karena masyarakat disini yang pertama merasakan dampak negatif jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Mengingat hal tersebut lanjut Gito, seharusnya pihak management memberikan porsi yang lebih besar untuk para putra dan putri Matali untuk menjadi karyawan tetap di SPBU.

“Hal ini bukan untuk mengabaikan warga diluar Kelurahan Matali tapi mengingat dampak yang tidak diinginkan siapa yang paling merasakan,” ujar Gito yang juga merupakan Caleg PKB dapil 1 Kotamobagu Utara-Timur ini.

Sementara itu, Deddy Pudul yang merupakan salah satu karyawan SPBU Pratama Matali mengaku, penerimaan karyawan merupakan kebijakan pimpinan. “Bagian teknis atau administrasi merupakan kewenangan penuh dari pimpinan, namun untuk karyawan bagian operator kami memprioritaskan warga Matali. Saat ini, jumlah jumlah karyawan SPBU ada sekitar 25 orang dan yang merupakan warga Matali kurang lebih ada 10 orang,” terangnya.

(me2t)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button