Keluarga Korban Runtuhnya Tambang Emas Bakan Terus Meunggu Keajaiban
BOLMORA.COM, BOLMONG – Sudah 6 hari, Rustan Sindalan (78), berada di lokasi longsor Pertambangan Emas Tanpa iIzin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), untuk menunggu kabar anaknya yang masih tertimbun.
Kakek asal Desa Tanoyan ini, sejak mendengar terjadi longsor di PETI Bakan, Selasa lalu, bersama keluarganya langsung menuju lokasi.
“Dari hari pertama saya sudah di sini menunggu kabar anak saya. Saya sampai sekarang masih menunggu keajaiban dari Allah SWT,” katanya, saat berada di Posko BPBD Bolmong, Minggu (3/3/2019).
Ia juga mengungkapkan, dirinya bersama keluarga tidak pernah menyangka akan terjadi musibah seperti ini.
“Erwin Sindalan itu anak ketiga saya. Kontak terakhir dengannya sebelum naik ke atas, dan itu sudah seminggu yang lalu,” ungkapnya, seraya memperlihatkan foto anaknya.
Menurut dia, pihak keluarga tidak pernah ada firasat buruk saat anaknya akan pergi menambang.
“Saya tidak ada firasat atau tanda-tanda apa-apa. Dan kalau kata-kata terkahir pun tidak ada, dia berprilaku seperti biasa. Saya berharap anak saya masih hidup, dan kalau pun hidup Alhamdulillah, tapi kalau memang sudah meninggal, kayak apapun kondisinya asal bisa dilihat orang tua dan bisa dimakamkan selayaknya,” ungkap bapak paruh baya ini.
Untuk diketahui, hingga Minggu (3/3/2019), Tim SAR gabungan sudah berhasil mengeluarkan 28 pekerja tambang dari reruntuhan. 19 di antarnya selamat, sementara 9 pekerja lainnya dinyatakanmeninggal. Hingga saat ini, proses pembersihan lokasi evakuasi menggunakan alat berat masih terus dilakukan.
(agung)



