✨Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

Regional

Denny Mangala Resmi Kendalikan Birokrasi Sulut sebagai Pj Sekprov

Penunjukan penjabat Sekretaris Provinsi menandai fase baru tata kelola Pemprov Sulut dan menjamin stabilitas pelayanan publik di masa transisi.

Denny Mangala resmi memegang kendali administrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara setelah ditetapkan sebagai Pj Sekprov Sulut, Kamis (5/2/2026). Langkah ini mengisi kekosongan jabatan strategis sekaligus memastikan roda pemerintahan tetap bergerak stabil.

Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menyerahkan tugas tersebut melalui mekanisme resmi. Ia menegaskan proses penunjukan berjalan sesuai aturan dan kebutuhan organisasi. Pemerintah ingin memastikan birokrasi Pemprov Sulut tidak mengalami jeda layanan.

Posisi Sekprov memegang peran sentral. Pejabatnya menghubungkan kebijakan gubernur dengan seluruh OPD, mengendalikan administrasi, dan mengoordinasikan program pembangunan. Karena itu, figur yang dipilih harus memahami denyut pemerintahan secara utuh.

Denny Mangala dinilai memenuhi kriteria tersebut. Rekam jejaknya panjang di lingkungan Pemprov, mengelola berbagai sektor, dan terbiasa mengambil keputusan cepat. Modal itu membuatnya dipercaya memimpin aparatur di tengah transisi pemerintahan Sulut.

Pengangkatan ini terjadi pada momentum krusial. Sejak pertengahan 2025, Pemprov melakukan penataan besar pasca-pergantian kepemimpinan. Konsolidasi ASN, sinkronisasi program, dan disiplin anggaran menjadi pekerjaan mendesak.

Sebagai Sekprov Sulawesi Utara, Denny Mangala dituntut menjaga ritme kerja OPD. Ia harus memastikan proyek strategis tetap berjalan, layanan publik tidak terganggu, dan koordinasi pusat–daerah tetap solid.

Gubernur berharap pejabat baru bergerak cepat membaca situasi lapangan. Stabilitas aparatur menjadi kunci keberhasilan. Tanpa birokrasi yang kompak, kebijakan sebaik apa pun sulit menyentuh masyarakat.

Penunjukan penjabat Sekprov Sulut juga mengirim pesan penting tentang tata kelola. Pemerintah menegaskan komitmen pada proses yang patuh hukum, transparan, dan terukur. Jabatan diisi berdasarkan kebutuhan organisasi, bukan kepentingan sesaat.

Masyarakat menaruh harapan besar. Mereka menginginkan pelayanan lebih responsif, proses administrasi lebih ringkas, dan program daerah terasa manfaatnya. Tugas itu kini berada di pundak Denny Mangala.

Dengan kendali berada di tangan baru, kepemimpinan birokrasi Sulut memasuki babak segar. Tantangan tidak ringan, tetapi fondasi sistem telah terbentuk. Yang dibutuhkan adalah eksekusi konsisten.

Pemprov optimistis masa transisi berjalan mulus. Selama mesin birokrasi tetap terjaga, agenda pembangunan akan terus melaju. Denny Mangala memulai tugasnya dengan mandat jelas: menjaga stabilitas dan melayani publik.

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button