Felma Lumempow: “Posyandu Lansia, Remaja , Bumil dan Balita Penting Untuk Kesehatan Masyarakat”
Felma: " Menu bergizi merupakan standard hidup sehat bagi lansia dan berguna untuk pertumbuhan badan yang seimbang bagi bayi dan balita ".

bolmora.com.MINSEL.
TUMPAAN,_ Selasa 3 Februari 2026.
Desa Tumpaan hari ini menyelenggarakan posyandu untuk Lansia, Remaja, Ibu hamil serta pencegahan stunting bagi bayi dan balita.
Kegiatan yang dilaksanakan di kantor Desa Tumpaan ini bertujuan untuk memberikan asupan gizi bagi Lansia, Remaja Ibu hamil juga bayi dan balita agar tetap hidup sehat dan bahagia.

Khusus untuk bayi dan balita adalah, selain mencegah terjadinya stunting, juga agar pertumbuhan badannya seimbang, serta mencegah kekurangan gizi di masa pertumbuhan dan untuk memberikan asupan nutrisi ke otak agar generasi penerus bangsa ini bertumbuh sehat dan cerdas.
Posyandu Remaja tujuannya adalah menjaga pertumbuhannya tetap stabil, juga untuk memacu tinggi badan di atas rata rata.

Bagi remaja putri, selain memacu pertumbuhan badan yang sehat dan ideal, juga untuk menyiapkan mereka menjadi calon ibu yang cerdas dan subur.
Hukum Tua Desa Tumpaan, Felma Lumempow. SE, ketika di wawancarai awak media mengatakan bahwa :
” Kesehatan adalah hal terpenting bagi masyarakat, khususnya para Lansia agar tercukupi gizinya sehingga bisa hidup sehat di masa tuanya “.
Khusus bagi bayi dan balita, Felma Lumempow. SE, menyampaikan bahwa :
” Dorang itu adalah generasi Bangsa….. sehingga penting untuk memberikan asupan gizi tinggi supaya dorang pe pertumbuhan fisik deng kecerdasan (otak) ndk mo terlambat “.
” Lewat program posyandu ini kita harap agar ibu hamil, Remaja putra dan putri serta bayi dan balita bisa bertumbuh, sehat dan cerdas agar ke depan dorang bisa menjadi pemimpin pemimpin hebat, membanggakan orang tua juga berguna bagi nusa dan bangsa “. Ujar Felma sambil tersenyum.
Kegiatan ini juga di hadir oleh pendamping Desa di wilayah Tumpaan.
- Kadis Kesehatan Kunjungi Posyandu
- Wali Kota Kotamobagu Lantik Komisi Daerah Lansia
- 13 Tahun Vaksin Palsu Beredar di Indonesia



