Wabup Deddy Abdul Hamid Secara Resmi Tutup Rakor Pengelolaan KEE
BOLMORA.COM, ADVERTORIAL – Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid menutup secara resmi rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) koridor hidupan liar tanjung Binarean dan perlindungan areal Nilai Konservasi Tinggi (NKT) di Kecamatan Pinolosian Tengah pada Jumat (15/2/2022).
Dalam sambutanya, Wabup Deddy Abdul Hamid menegaskan, untuk taat pada aturan yang sudah kita buat bersama serta meminta seluruh lapisan masyarakat yang berada di sekitar koridor perlindungan dapat berperan serta dalam upaya konservasi demi kepentingan Bolsel ke depan.

“Aturan yang sudah disepakati harus ditaati oleh kita semua, karena melestarikan area konservasi dibutuhkan kekompakan dan kesadaran dari semua lapisan masyarakat,” ucapnya.
Tak lupa, Wabup mengucapkan terima kasih atas keterlibatan secara total seluruh stakeholder yang terkait dalam program ini.Ia juga berharap, sinergitas yang sudah ada agar terus terjalin untuk melahirkan komitmen yang berkelanjutan bagi kegiatan konservasi di Kabupaten Bolsel.

“Komitmen bersama ini jangan sampai putus, karena melestarikan lingkungan harus melibatkan semua sektor,” harapnya.
Diketahui, kegiatan ini telah berlangsung selama tiga hari sejak Rabu 23 Februari 2022, di Hotel Sutan Raja Kotamobagu yang menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bernilai strategis bagi upaya konservasi yg digagas oleh WCS, KSDA, BTN Dumoga Nani Wartabone, KPHP, PT.Cargil dengan dukungan penuh dari Pemda Kabupaten Bolsel.

Selain itu, hal ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya Koridor Perlindungan Satwa di luar Kawasan yang sudah di-Perda-kan seperti : Perda No. 2 Tahun 2021 Tentang Penataan Kawasan Pengungsian Satwa, Perbup No. 78 Tahun 2018 Tentang Penataan Kawasan Pengungsian Satwa dan SK Bupati No. 289 Tahun 2019 Tentang Pembentukan Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial koridor Hidupan Liar Tanjung Binarean. Turut mendampingi Asisten Bupati bidang Pemerintahan dan Kesra Alsyafri Kadullah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Muh. Suja Alamri dan pimpinan OPD terkait.
(Advertorial/Nanda)



