Diduga Terjadi Penyerobotan Lahan, LPM Insan Totabuan Minta Karyawan PT. AKA Sinergi Group Angkat Kaki dari Pos Penjagaan PLTM Mobuya

0
382
Diduga Terjadi Penyerobotan Lahan, LPM Insan Totabuan Minta Karyawan PT. AKA Sinergi Group Angkat Kaki dari Pos Penjagaan PLTM Mobuya
Pos Penjagaan PLTM Mobuya di Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG — Anggota Lembaga Penelitian Masyarakat (LPM) Insan Totabuan, bung Irawan Damopolii menegaskan, bahwa sebidang tanah dengan luas 2.082 Meter yang berada di areal menuju lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Desa Mobuya, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut, adalah miliknya pak Yantje Tenesia.

Hal ini ditegaskan oleh bung Irawan Damopolii, saat turun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di area lahan PLTM Mobuya, pada Rabu 23 Februari 2022, kemarin sore.

“Kami selaku tim Paralegal yang dikuasakan oleh pak Yance Tenesia, hari ini sengaja Sidak ke lokasi PLTM Mobuya, karena ada sejumlah lahan yang telah diduduki oleh beberapa orang yang mengaku sebagai karyawan PT AKA Sinergi Group (ASG), ” ketus Irawan.

Irawan yang datang bersama rekan-rekannya langsung mempertanyakan dasar hukum apa karyawan menduduki lahan tersebut. 

Sontak pertanyaan itu membuat situasi perdebatan antara Paralegal dari utusan Yantje Tenesia dan karyawan PT AKA Sinergi Group pun tidak terhindarkan.

“Harus jelas dasar apa menduduki lahan ini, ” ujar Irawan saat melontarkan pertanyaan kepada seorang karyawan bernama Boy Raintung.

Hari ini, kata Irawan, selaku Paralegal yang diutus oleh pak Yantje Tenesia, Ia ingin menunjukan bukti kepemilikan lahan berupa fotocopy sertifikat tanah, sebagai pembuktian hukum untuk mengambil alih lokasi yang dijaga ketat oleh karyawan PT ASG tersebut.

“Bicara hak kepemilikan maka harus bisa dibuktikan secara hukum yang konkrit, jangan hanya berasumsi. Contohnya fotocopy dan surat kuasa yang saya bawa ini, ” beber Irawan sambil menunjukan dokumen kepemilikan atas nama Yantje Tenesia kepada karyawan perusahaan.

Boy sendiri, selaku karyawan yang mewakili perusahaan ASG tidak mampu menunjukan bukti-bukti dokumen perusahaan. Ia hanya memberikan argumen yang kekeuh, bahwa lahan tersebut adalah milik perusahaan.

“Ya, saya memang ditugaskan oleh pihak perusahaan untuk menjaga Pos penjagaan pintu masuk, ” bebernya.

Namun, mengenai bukti kepemilikan perusahaan, Boy tidak tahu menahu soal itu. Ia hanya menjalankan tugas yang diperintahkan oleh atasannya.

“Soal bukti kepemilikan itu urusan perusahaan dengan pak Yance, saya hanya disuruh jaga. Maka saya jaga, ” ungkap Boy.

Meski suasana sempat memanas dan sedikit tegang. Namun, diskusi antara kedua belah pihak berjalan aman dan tetap kondusif.

Pun demikian, Irawan kembali mengingatkan kepada pihak karyawan perusahaan agar tidak ikut campur, karena tidak memahami persoalan yang terjadi antara perusahaan ASG dengan Pak Yantje.

“Kalau bicara mewakili perusahaan, seharusnya bisa memberikan bukti-bukti kepemilikan lahan, jika tidak, maka harus angkat kaki dari tempat ini, ” tegas Irawan dengan nada tinggi. 

Sementara, Boy sendiri juga mengakui bahwa lahan di wilayah PLTM Mobuya sebelumnya adalah milik pak Yance Tenesia.

“Ya, memang setahu saya, dulunya ini lahannya pak Yance. Tapi menurut ibu Vivi sudah milik PT ASG, ” tutup Boy saat diwawancarai oleh Bolmora.com.

Informasi diperoleh, lahan PLTM Mobuya ini sendiri, merupakan salah satu aset atau properti milik PT. Cipta Daya Nusantara (CDN) yang didirikan oleh Yantje Tenesia. Kemudian saham PT CDN di akuisisi oleh PT. AKA Sinergi Group dengan nilai saham sebesar 90 persen. 

Namun, menurut Direktur LPM Insan Totabuan, bung Sehan Ambaru, mengatakan bahwa selama proses kerjasama berjalan, PT AKA Sinergi Group telah ingkar janji, alias tidak mampu memenuhi perjanjian yang tertuang dalam kesepakatan (MoU) yang dibuat pada 14 September 2018 lalu.

“Terakhir malah ada modus meminta Pak Sangadi atau Kepala Desa Mobuya membuat surat pernyataan yang disertai dengan amplop uang suap. Parahnya, properti pribadi kebun bersertifikat SHM No 13 thn 2008 milik Pak Yance juga mau dibalik nama, ” ungkap Segan.

Untungnya, kata Sehan, Pak Sangadi Mobuya tidak menerima tawaran itu dan menolaknya. Sehingga itu, Sehan menilai kasus Ini nyata ada konspirasi jahat yang merupakan perbuatan melawan hukum. 

“Kami juga sudah mengajukan gugatan perdata di PN Manado dengan No: 594/Pdt.G/2021/ PN mdo. Tertanggal 27 September 2021. Sementara pidana penyerobotan lahan sudah dalam proses laporan polisi,” beber Sehan.

Sayangnya hingga berita ini dipublish, pihak manajemen PT AKA Sinergi Group belum ada yang bisa dihubungi.

(Wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here