Bolmong

Sekda Bolmong Buka Workshop Penguatan dan Pengembangan Hidup Anak

BOLMORA.COM, BOLMONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar workshop Penguatan dan Pengembangan Hidup Anak di Kabupaten Bolmong, di aula Bappeda Bolmong, Lolak, Selasa (23/2/2021). 

Kegiatan yang dibura Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang SIP. MM ini diikuti forum anak daerah, pekerja sosial, tokoh masyarakat hingga tokoh agama. 

Dalam sambutannya, Sekda Bolmong Tahlis Gallang mengucapkan terima kasih atas kedatangan dari Dinas P3A Provinsi Sulut yang mau berbagi pengetahuan dan memberikan workshop. Dikatakannya, pada dasarnya Inti dari kegiatan workshop Penguatan dan Pengembangan Hidup Anak adalah implementasinya di tingkat lapangan. 

“Apa yang kita dengar dari narasumber provinsi, itu kita sampaikan ke tetangga dan masyarakat. Karena apabila apa yang kita dapat disini hanya menjadi konsumsi pribadi, maka tidak akan berdampak apa-apa terhadap angka kekerasan di Bolaang Mongondow,” ucapnya. 

Dikatakannya, semua lembaga-lembaga P3A harus difungsikan agar meminimalisir dan tidak adanya kejadian-kejadian kekerasan terhadapa perempuan dan anak seperti tahun kemarin.

“Logikanya, semakin banyak lembaga, maka semakin menurun angka kekerasan, sebaliknya apa bila lembaganya banyak, pengurusnya banyak, kegiatannya banyak, tapi angka kekerasannnya meningkat, itu berati percuma semua yang kita kerjakan,” jelasnya. 

Lanjut Sekda, di tengah pandemi Covid-19 ini, setiap kegiatan yang minim harus memiliki daya guna yang lebih. Ia pun berharap kegiatan tersebut membawa dampak baik. 

“Semoga ini akan berdampak baik, signifikan bagi peningkatan kualitas hidup anak di Kabupaten Bolaang Mongondow,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bolmong Farida Mooduto mengatakan, pada prinsipnya anak memiliki prinsip Konvensi Hak Anak (KHA) di antaranya, non diskriminasi, kepentingan terbaik anak, kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang dan mendengar pandangan anak. 

“Nah prinsip ke empat ini mendengar pendapat dalam kehidupan keluarga yang masih disepelekan, terkadang anak-anak dikasih saran keluarga kadang susah diterima. Ini adalah prinsip-prinsip yang menjadi acuan yang menjadi pemenuhan perlindungan anak,” ucapnya. 

Tak lupa Ia pun mengingatkan kepada masyarakat paham soal pernikahan dini yang berdampak kurang baik bagi kehidupan anak. 

“Saya berharao di Bolmong akan semakin berkurang angka pernikahan dini,” tandasnya.

(Agung)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button