30 Orang TKA Cina di PT Conch Selesai Jalani Masa Karantina
BOLMORA.COM, BOLMONG – Sebanyak 30 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di PT.Conch North Sulawesi Cement (CNSC) dinyatakan sehat dan bisa beraktivitas kembali.
Pernyataan ini keluar setelah masa isolasi lokal selama 14 hari sejak Rabu (5/2) lalu, dan berakhir Rabu (19/2) kemarin. Dinas Kesehatan Bolmong bersama KKP Bitung wilayah kerja Labuan Uki dan Kantor Imigrasi Kotamobagu mengklaim, telah melakukan pemeriksaan selama dua pekan itu.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong dr. Erman Paputungan mengatakan, tim yang dipimpinnya itu terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan TKA China yang baru tiba di Bolmong usai liburan Imlek di China.
“Jadi selama 14 hari kita pantau, mulai dari pemeriksaan suhu badan, kondisi fisik mereka, hingga aktivis selama diisolasi, hasilnya semua dalam kondisi sehat,” kata dr Erman saat ditemui media Bolmora.com
Dikatakannya, sampai saat waktu berakhir tidak menemukan tanda-tanda gejala terjangkit virus yang berawal dari Kota Wuhan, China yang belakangan diberi nama Corona VirusDesease 2019 (Covid-19).
“Masyarakattidak perlu khawatir lagi. Puluhan TKA itu sudah lepas dari isolasi dan beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Senada Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bolmong,Yusuf Detu menuturkan, pemeriksaan dilakukan di dalam ruang isolasi di area perusahaan semen itu.
“Kami bersama dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Bitung wilayah Labuang Uki,melakukan pemeriksaan rutin per hari,” kata Detu saat dihubungi.
Menurutnya pemeriksaan dilakukan satu per satu di dalam ruangan sejak pagi dan berakhir tepat siang tadi.
“Diperiksa one by one, satu persatu mereka. Pemeriksaan dilakukan dengan mengecek kondisi fisik, dan suhu tubuh,” aku dia.
Sebelumnya,30 TKA asal China itu menjalani isolasi selama 14 hari, hingga batas aman tidak terjangkit virus Corona. Warga asing ini tiba Selasa, sehari sebelum isolasi di camp PT. Conch North Sulawesi Cement (Conch), di Desa Solog, Kecamatan Lolak. Kepala Imigrasi Kotamobagu Joni Rumagit dalam konferensi persnya bersama pihak terkait kala itu mengatakan, manajemen Conch langsung berkoordinasi dengan Dinkes Bolmong, karena isu virus Corona untuk antisipasi.
“Dari peraturan manajemen Conch, mereka (30 TKA China) tidak diperbolehkan kemana-mana. Makan saja diantar. Kami lihat sendiri, ada visualnya, di saat jam 12 lewat, ada ibu-ibu yang antar (makanan) tapi steril pake sarung tangan,dikasih begitu (di depan pintu), diambil mereka sendiri,” urai Rumagit.
Dia menjelaskan, 30 TKA tersebut masuk antara tanggal 3, 4, dan 5 Februari 2020 dan merupakan pemegang KITAS yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu, dan diklaim 100 sepenuhnya berasal dari China.
“Merekakesana dalam rangka liburan Tahun Baru China, Imlek, dan baru kembali sesuai dengan stamp di paspor dari Imigrasi,” urai dia.
TKA itu masuk dari dua bandara, dari Jakarta, dan Denpasar Ngurah Rai Bali. Mereka menggunakan pesawat berbeda, sesuai dengan boarding pass. Saat tiba Manado,langsung dijemput dan dibawa ke area perusahaan Conch, dan langsung disemprot sterilisasi.
“Semua,bahkan hingga kamar disterilkan,” kata Rumagit. Pihak Imigrasi juga mengklaim sesuai dengan info manajemen Conch mereka sudah diperiksa dan dinyatakan mereka sehat. Alasannya, di saat datang, diberi kartu kesehatan, dan sudah diperiksa bersama Dinas Kesehatan, bahwa mereka sehat. Kartu itu diharuskan ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Bolmong, untuk itulah lembaga dan instansi gabungan, turun melakukan pemeriksaan kesehatan, Kamis kemarin.
“Dengan adanya kita turun di lapangan, dengan bukti visual, dan juga bukti mereka ada cap, ada surat kesehatan, dan ada di tempat itu, maka kami bisa menyampaikan ini untuk bisa disampaikan ke masyarakat agar tidak ada kepanikan,” urainya.
Lanjutnya, “Meski mereka perusahaan asing, harus patuh pada aturan di sini,” imbuhnya.
(Agung).



