Waspada DBD, Masyarakat Desa Bunong Minta Fogging
BOLMORA.COM, BOLMUT – Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Ungkapan tersebut bukan tanpa alasan, begitu juga dengan kasus Demam Berdarah (DBD) yang mulai meresahkan masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terlebih khusus Desa Bunong Kecamatan Bintauna yang masyarakatnya meminta agar segera melakukan tindakan fogging di lingkungan tempat tinggal mereka karena di dapati ada kasus positif DBD.
Tindakan fogging (pengasapan) pada nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus DBD adalah salah bentuk pencegahan penularan dan penyebaran DBD.
Tapi tahukah Anda, bahwa melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus berupa Menguras tempat penampungan air, Mengubur barang bekas dan Menutup tempat peanmpungan air secara rutin lebih efektif dari pada fogging.
Inilah yang dituturkan oleh Fitriyani Ponongoa, Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Bintauna kepada media Bolmora.com dikediamannya, minggu (09/02).
Menurutnya, sejak bulan november tahun 2019 sampai dengan bulan februari tahun 2020 di desa bunong kecamatan bintauna terdapat 11 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang beberapa diantaranya adalah anak-anak berusia belasan tahun.
“Fogging bukanlah solusi untuk pemberantasan DBD. Malahan fogging bisa berakibat pada kerusakan siklus dan ekosistem hewan dan tumbuhan yang dibutuhkan oleh manusia.” jelasnya.
Lanjutnya, sepanjang tahun 2019 fogging sudah dilakukan di desa bunong sebanyak dua kali. Sementara jika harus fogging lagi, maka itu sepenuhnya adalah kewenangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmut tanpa mengesampingkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Pola hidup sehat seperti menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri serta PSN 3M Plus adalah bagian yang tak boleh terpisahkan agar terhindar dari penyakit menular DBD.” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmut Jusnan C. Mokoginta, saat dihubungi media Bolmora.com via telpon dihari yang sama mengatakan, fogging itu adalah langkah yang diambil jika ada yang positif mengidap penyakit menular DBD dibuktikan dengan hasil diagnosa dokter dan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Trombosit turun dibawah 200, klinis pasiennya DBD polites mengalami gejala demam dibarengi panas tinggi, ruam, serta nyeri otot dan sendi. Pada kasus yang sudah tergolong parah pasien akan mengalami pendarahan hebat dan syok.” teranya.
Dirinya memastikan akan melakukan fogging sesegera mungkin jika diagnosa dokter dan hasil pemeriksaan laboratorium 100 persen memastikan bahwa benar-benar positif DBD.
“Setelah ini saya akan menghubungi Kapus bintauna untuk memastikan sudah sejauh mana gejala DBD yang merebak di desa bunong, jika sudah ada yang positif segera fogging.” tegasnya.
Berdasarkan investigasi media Bolmora.com, sistem drainase yang buruk diduga menjadi pemicu kembang biak nyamuk Aedes Aegypti. Apa lagi berdasarkan pengakuan beberapa masyarakat setempat bahwa di desa bunong kecamatan bintauna di duga belum pernah dilakukan fogging dan berlainan dengan keterangan pihak puskesmas bintauna.
Sementara itu, Kepala Desa Bunong melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Bunong Risman Ishak, membenarkan bahwa sistem drainase yang berada dibeberapa titik di desanya aliran airnya tidak berjalan sebagaimana mestinya dan sering tergenang.
“Drainase tersebut bukanlah program desa melainkan program APBD kabupaten bolmut. Kami sedang berupaya untuk mencarikan solusi terbaik dengan berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk masyarakat.” imbuhnya
Kami sudah berupaya selama 3 tahun ini belakangan ini mengusulkan melalui musrembang desa sebagai kegiatan prioritas yang didanai oleh APBD Provinsi tapi belum ditanggapi, semoga tahun ini bisa akomodir oleh Pemprov.
“Sepanjang jalan trans sulawesi yang melintas di desa kami, belum memilki sistem drainase dan itu adalah aset dan wewenang provinsi. Sehingga kami kesulitan melakukan perencanaan pembangunan drainase di desa. Untuk jelasnya, silahkan kroscek secara langsung agar tidak simpang siur.” ucapnya
Dirinya juga membenarkan bahwa, ada warga masyarakatnya yang terindikasi positif mengidap penyakit DBD.
“Pihaknya berharap agar tenaga medis bisa respon cepat terhadap keluhan masyarakatnya. Jika fogging bisa adalah solusinya, tolong dipercepat agar tidak ada lagi masyarakat yang terjangkit penyakit DBD.” tandasnya.
(Awall)



