Yasti Pantau Mahasiswa Bolmong di China
BOLMORA.COM, BOLMONG – Keberadaan 11 mahasiswa Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) di Kota Wuhan China terus dipantau Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow.
Yasti berkomunikasi dengan para mahasiswa. Ia menyemangati serta menjamin pemerintah terus bersama para mahasiswa.
“Pasti sudah ada komunikasi ibu Bupati dengan para mahasiswa,” kata Kadis Pendidikan Renti Mokoginta.
Renti sendiri mengaku tiap hari berkomunikasi dengan para mahasiswa serta orang tua mereka. Sebuah WA grup dibuat untuk memudahkan komunikasi.
“Keadaan mereka baik baik saja,” kata dia.
Pemkab Bolmong mempertimbangkan untuk menarik sementara mahasiswa Bolmong di Cina. Hal ini menyusul printah Presiden Republik Indonesia Joko widodo untuk memulangkan semua warga negara indonesia di provinsi Hebei Cina. Sementara Kota Wuhan, kota dimana para mahasiswa kuliah berada di provinsi tersebut.
“Sementara dikoordinasikan oleh dinas pendidikan,” kata Sekertaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang saat dikonfirmasi melalui via whatsapp.
Terpisah Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Bolmong Renti Mokoginta mengatakan, pihak Conch pasti memulangkan para mahasiswa jika keadaan bahaya. Namun, saat ini keadaan mahasiswa masih aman.
“Kota mereka terpaut jarak 400 an kilo dari Wuhan, setiap hari kesehatan mereka diperiksa,” kata dia.
Perwakilan PT Conch Anthoneta Elly mengatakan, pihaknya menanti arahan dari KBRI untuk memulangkan para mahasiswa.
“Jika keadaan berbahaya tentu kita pulangkan,” katanya.
Dikatakannya, kondisi terkini mahasiswa Bolmong di cina masih aman. Pihak PT Conch selalu memantau kondisi kesehatan tiap mahasiswa secara mendetail.
“Saya selalu monitoring kondisi mereka. Setiap hari beri laporan tentang keadaan misalnya suhu tubuh mereka,” kata dia.
Lanjutnya, pihak universitas semaksimal mungkin menjaga para mahasiswa. Mereka tidak diizinkan keluar area universitas.
“Bahkan para dosen membelikan makanan terhadap mereka,” tandasnya.
(Agung)



