Tarkam di Dumoga Timur Pecah Lagi, Warga Imandi Blokir Jalan dengan Pos Kamling
BOLMORA.COM, HUKRIM – Tawuran antar kampung (Tarkam) Kelurahan Imandi dan Desa Pinonobatuan (Tambun), di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolmong pecah lagi. Namun, tarkam antar kedua desa dan kelurahan ini sudah tidak lagi baku hantam. Kali ini, diwarnai dengan aksi pemblokiran jalan.
Warga Kelurahan Imandi, yang kesal menggotong pos kamling, lalu meletakkannya di tengah jalan. Akibatnya, jalur lalu lintas putus. Saat ini warga Pinonobatuan terpaksa harus melalui Desa Modomang.
Amatan Bolmora.Com, hingga Senin (4/2/2020) siang tadi, pos kamling tersebut belum diangkat. Ratusan aparat keamanan fokus berjaga untuk mencegah bentrok susulan.
Informasi yang dihimpun, tarkam di wilayah tersebut awalnya bermula dari kedatangan sejumlah pemuda Pinonobatuan ke salah satu warung di Imandi, pada Sabtu malam. Saat sedang ngumpul, salah paham terjadi disusul keributan. Beberapa warga Pinonobatuan lantas mengambil langkah seribu saat perselisihan terjadi. Sialnya, mobil yang mereka tumpangi terkena lemparan batu. Situasi itu lantas memicu aksi saling lempar batu antar kedua warga di desa dan keluarahan tersebut. Beruntung aparat cepat melerai hingga bentrokan tak meluas. Aparat menggunakan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Keesokan harinya, warga Imandi yang kesal melakukan blokade jalan dengan pos kamling.
Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana, menyebut saat ini kondisi berangsur kondusif.
“Kami menyiagakan ratusan aparat yang berjaga di perbatasan,” kata dia.
Dikatakannya, pihaknya bakal memproses hukum pihak yang melakukan provokasi dan kekerasan.
“Provokatornya tetap mau di tangkap,” katanya.
Kapolsek Dumoga Timur AKP Hanny Lukas, menyatakan pihaknya berhati hati dalam menyingkirkan blokade agar tidak dicap memihak satu kampung.
“Tapi situasi sejauh ini terkendali,” beber dia.
(Agung)



