DPRD Bolmong Lakukan RDP kepada Dinas Pertanian, Bank BNI dan Bank SulutGo
BOLMORA.COM, ADVERTORIAL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mingondow (Bolmong) memanggil Dinas Pertanian, guna membahas tindak lanjut dari permasalahan adanya kelangkaan pupuk di Kabupaten Bolmong, Senin (11/2/2019), di ruangan Komisi II.
Ketua Komisi III Evanglin Mahabir, saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian, meminta, Kadis Pertanian untuk menjelaskan permasalahan terjadinya kelangkaan pupuk di Bolmong.
Kadis Pertanian Bolmong Raymond Ratu, dalam menanggapinya menjelaskan, permasalahan pupuk harus dipahami terlebih dahulu,karena ada pupuk subsidi dan pupuk non subsidi.

“Harganya jelas berbeda, tapi kenyataannya pupuk yang beredar adalah pupuk non subsidi. Terkait penyaluran pupuk bersubsidi diatur lewat Peraturan Menteri Pertanian dengan wajib menyusun Rencana Defenitif Kerja Kelompok (RDKK),” ungkapnya.
Dikatakan, di tahun 2019 Bolmong dapat jatah 7.605 ton pupuk urea. Tiap kecamatan dialokasikan pupuk berdasarkan RDKK.
“Jadi, pupuk subsidi langka berdasarkan laporan masyarakat, tapi pupuknya sudah ada tinggal pengambilannya harus sesuai aturan dan harus memiliki kelompok,” jelas Raymond.
Menurutnya, RDKK sudah paten untuk jadi acuan mendapatkan pupuk bagi petani. Kabupaten Bolmong sendiri mengusulkan hampir 30.000 hektare, dan tidak terakomodasi semua.
“Kalau bisa petani berdasi tidak menggunakan pupuk bersubsidi, sehingga diberikan kepada petani yang membutuhkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling berharap Dinas Pertanian segera mencari solusi dan segera menyelesaikan permasalahan kelangkaan pupuk di Bolmong,

“DPRD akan mendorong Dinas Pertanian untuk menyelesaikan kelangkaan pupuk yang terjadi saat ini,” tegasnya.
Usai menggelar RDB dengan Dinas Pertanian, DPRD juga melaksanakan RDP bersama manajemen Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutgo), guna membahas solusi atas pemotongan kredit pinjaman Aparatur Sipil Negara (ASN), karena Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemda Bolmong sebesar Rp1,2 Triliun telah dipindahkan dari BSG ke BNI sejak Mei 2018.
Turut hadir, para anggota DPRD Bolmong Evanglin Mahabir, Tony Tumbelaka, Ramli Manggopa, Donny Lumenta, Mas’ud Lauma, Marthen Tangkere, Dedi Senduk, Slamet Kohongia, Sunny Dampi, I Nengah Sukarma, Swempry Rugian, Masud Lauma dan Ferry Rengkuan.
(adve/agung)



