Advertorial

Festival Adat Tulude di Kabupaten Bolsel Berlangsung Khidmat

BOLMORA.COM, ADVERTORIAL –  Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru, bersama jajaran menghadiri perayaan Festival Adat Tulude yang dilkasanakan oleh masyarakat etnis Sangihe Nusa Utara, di Lapangan Desa Dumagin A, Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim), Senin (11/2/2019) malam.

Perayaan Festival Adat Tulude tahun 2019 yang dihadiri mantan Bupati Bolsel Hi. Herson Mayulu ini berlangsung khidmat.

Bupati Bolsel Iskandar Kamaru dan Mantan Bupati Bolsel Hi. Herson Mayulu, Beserta Rombongan dijemput dengan Adat Nusa Utara

Bupati dalam sambutannya mengatakan, Tulude merupakan peninggalan leluhur masyarakat Nusa Utara yang terus dibudayakan hingga saat ini, dan sudah menjadi agenda rutin Pemkab Bolsel yang dilaksanakan setiap tahun sesuai visi misi daerah menuju Bolsel yang Religius, Berbudaya, Bermartabat, Maju dan Sejahtera.

Dikatakan, saat ini di Kabupaten Bolsel sudah ada beberapa suku. Di antaranya, Gorontalo, Bolaang Mongondow, Sangihe, dan juga sudah ada suku Minahasa, Bugis dan Jawa.     

“Di Kabupaten Bolsel kami tidak membeda-bedakan suku, agama dan ras. Sebab, ini sudah menjadi misi daerah. Bahkan, setiap hari-hari besar keagamaan dianggarkan di APBD. Baik itu perayaan Natal bagi Umat Kritiani, Idul Fitri bagi umat Muslim dan perayaan hari-hari besar agama lainnya. Jadi, suka cita dan duka cita dari masyarakat  Nusa Utara adalah suka cita dan juga duka cita saya,” ungkap Iskandar.

Dijelaskan, pada intinya perayaan Adat Tulude merupakan ungkapn syukur kepada Tuhan atas perlindungan-Nya di tahun 2018, serta memasuki tahun 2019.

“Semoga ini tidak semata seremonial, akan tetapi mengandung hikmah untuk keberagaman warga yang ada di Bolsel. Perayaan Adat Tulude harus disertai dengan ibadah, karena merupakan ungkapan syukur kepeda Tuhan. Di mana, perayaan Adat Tulude memiliki empat makna. Yang pertama, wahana menjalin hubungan persaudaraan, kedua mengucap syukur kepada Tuhan, ketiga meninggalkan hal yang tidak dikehendaki Tuhan dan berjanji berbuat baik sekaligus menolak bala, dan yang keempat sarana perekat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” ulasnya.

Pemberian Gelar Adat Nusa Utara kepada Bupati Iskandar Kamaru dan Mantan Bupati Hi Herson Mayulu

Iskandar berharap, setelah dilaksanakannya adat Tulude, masyarakat Nusa Utara yang ada di Bolsel akan semakin kokoh dalam membangun hubungan dengan pemerintah.

“Selaku pemerintah daerah saya sangat mengapresiasi dilaksanaknnya agenda tahunan perayaan Adata Tulude oleh masyarakat Nusa Utara yang ada di Kabupaten Bolsel. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh elemen yang telah bekerja menyukseskan parayaan Adat Tulude ini. Saya berharap tali silaturahmi antar sesama umat beragama, persaudaraan berbeda suku akan tetap terjalin dengan baik. Walau tidak saling kenal, namun terus terjaga agar tidak saling memusuhi satu sama lainnya,” pungkas bupati definitif kedua Kabupaten Bolsel ini.

Pada perayan Adat Tulude tersebut, dilakukan berbagai prosesi Adat, termasuk pemberian gelar adat Malambeng Maka Koko Lambung kepada Bupati Iskandar Kamaru dan gelar adat Datung Banua kepada mantan Bupati Hi. Herson Mayulu, oleh masyarakat Nusa Utara.

Bagi masyarakat Nusa Utara, kedua gelar tersebut sangatlah penting karena hanya diberikan kepada tokoh-tokoh yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

“Ini adalah gelar adat pertama milik masyarakat Nusa Utara, tapi diberikan kepada dua orang yang bukan orang asli Nusa Utara,” ujar Pendeta Ambrosius Makassar, anggota Dewan Adat Masyarakat Nusa Utara.

Foto Bersama Usai Pemberian gelar Adat Kepada Bupati Bolsel Iskandar Kamaru dan Mantan Bupati Bolsel Hi Herson Mayulu

Menurutnya, masyarakat Nusa Utara sepakat memberikan gelar adat karena keduanya sangat banyak partisipasi, baik dalam pembangunan dan kerja nyata di tengah kehidupan masyarakat.

“Atas perkembangan itulah, masyarakat Nusa Utara sepakat untuk kedua gelar adat ini diberikan kepada Pak Hi. Herson Mayulu dan Pak Bupati Iskandar Kamaru,” kata dia.

Sementara itu, Hi. Herson Mayulu, yang merupakan Tokoh Torenasi Provinsi Sulut ini mengaku sangat bangga atas gelar adat yang diberikan masyarakat Nusa Utara kepadanya.

“Ini merupakan satu kebanggaan bagi saya. Dengan gelar adat ini, saya akan selalu berusaha keras menjaga nama baik masyarakat Nusa Utara,” imbuhnya.

Diakhir acara, dilaksanakan juga penyerahan hadiah bagi pemenang lomba Masamper dan sejumlah kegiatan lainnya dalam perayaan Adat Tulude.

Turut hadir dalam perayaan Adat Tulude tersebut, Sekda Bolsel Marzanzius Arvan Ohy, anggota DPR Provinsi Sulut Hj. Muslimah Mongilong, Ketua TP-PKK Bolsel Selvian Manoppo Kamaru, Ketua DPRD Bolsel  Abdi Van Gobel, bersama sejumlah anggota, para pimpinan SKPD di lingkungan Pmekab Bolsel, Ketua KGPM Sulut Gembala Teddyus Batasina, S.Th, Dewan Adat Sangihe Pdt. Ambrosiis Makasar (GMIS), para pejabat TNI, Polri, camat dan kepala desa  serta ribuan masyarakat.

(adve/gnm)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button