Dua Nelayan Asal Inobonto Selamat Dari Maut
BOLMORA.COM, BOLMONG – Setelah hampir 12 jam terombang-ambing di lautan lepas, dua nelayan asal Kelurahan Inobonto, Kabupaten Bolmong berhasil diselamatkan Tim Basarnas. Kedua pencari ikan yang selamat dari maut tersebut tercatat atas nama Hendra Palandatu (35 th) dan Rinto Papanta (29 th). Keduanya hidup bertetanggaan dan sering bersama saat mengais rejeki di tengah lautan.
Sebagaimana informasi yang berhasil dirangkum, Senin (11/02) dinihari kemarin sekira pukul 04.00 Wita, Hendra berpamitan hendak mencari ikan bersama Rinto menggunakan perahu berukuran 6 meter. Namun, hingga Selasa (12/02) 07.00 Wita tadi, keduanya tak kunjung mendarat.
Pihak keluarga kedua nelayan itu mengabarkan kepada Frangki Tindake (40 th), sebagai Perangkat Desa, kemudian dilanjutkan melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong untuk melakukan operasi SAR.
“Saya dapat telepon dari pihak keluarga bahwa Hendra belum kembali. Berawal dari informasi itulah, beberapa teman nelayan berinisiatif mencari tahu keberadaannya kemudian melaporkan ke BPBD,” ujar Frangki Selasa (12/02).
Berita belum kembalinya Hendra dan Rinto langsung menyebar di Keluruhan Inobonto, hingga BPBD Bolmong berkoordinasi dengan Basarnas turun melakukan operasi SAR.
“Alhamdulillah pada Pukul. 13.30 Wita Selasa (12/02), 2 orang nelayan tersebut ditemukan di bagian utara Pulau Molosing dan langsung dievakuasi ke Pantai Bungin, Kecamatan Lolak menggunakan perahu karet,”ungkap Kepala BPBD Bolmong Haris Dilapangan.
Haris mengatakan, saat penemuan kedua nelayan tersebut perahu mereka dalam keadaan terbalik.”Beruntung berkat bantuan Tim Rescue Siaga SAR Kotamobagu yang cepat, nyawa kedua nelayan bisa terselamatkan,”tutur Haris.
Menurut Haris, info dari BMKG saat ini cuaca di wilayah Bolmong belum stabil, arus gelombang laut pun mencapai hingga 6 meter. Ia pun menghimbau kepada para nelayan di pesisir menunda pencarian ikan hingga cuaca kembali stabil.
“Kami sudah dapat informasi dari BMKG bahwa cuaca sedang tidak bersahabat, sehingga kami himbau kepada nelayacn untuk tidak melaut dulu,”jelasnya. (Agung)



