Data Penduduk Bermasalah Mulai Ditertibkan
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mulai melakukan penertiban data penduduk yang bermasalah.
Kepala Disdukcapil melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ruslan Adiwijaya Malah mengungkapkan, setelah dilakukan crosscheck berdasarkan pemeriksaan pihak Kemendagri dari data jumlah penduduk Kota Kotamobagu, ada data penduduk ganda dan anomali.
“Ada sekitar 1.190 data yang ditemukan ganda dan anomali. Data itu kita kombinasikan dengan data yang belum melakukan perekaman,” ungkap Adi sapaan akrabnya.
Untuk itu, pihak Disdukcapil akan melakukan klarifikasi melalui perangkat desa/kelurahan satu hari sebelum perekeman.
“Mulai besok, kita akan kroscheck langsung sekaligus melakukan pemeriksaan mengenai adanya data penduduk ganda dan anomali di seluruh desa/kelurahan di Kota Kotamobagu. Nantinya kita akan mulai di Balai Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara,” ujar Adi.
Dijelaskan, yang dimaksud data penduduk ganda, selain tercatat di satu desa/kelurahan, kemungkinan juga tercatat di desa/kelurahan lain.
“Contohnya seperti ada warga Pontodon Timur, yang telah pindah jiwa ke Upai, namun mereka pindah hanya mengantongi surat pindah secara manual belum secara sistem, maka bisa dikatakan ganda,” terangnya.
Sedangkan data anomali lanjut Adi, kemungkinan ada kesalahan dari petugas saat melakukan pengisian data.
“Keanehan data itu bermacam-macam, bisa disebabkan salah pengetikan tanggal lahir atau sebagainya. Contoh Si A, dalam data tertulis lahir tanggal 30 Februari. Ini, ada kesalahan penulisan, sebab di Februari tidak ada tanggal 30, hanya 29 Februari. Jadi ini termasuk anomali. Belum merekam e-KTP juga termasuk anomali. Hal-hal seperti ini yang kembali kita lakukan pembersihan,” urainya.
Sebagaimana diketahui, Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) kependudukan telah dicanangkan oleh Mendagri saat Rakornas Kependudukan dan Catatan Sipil se-Indonesia, yang dilaksanakan di Batam pada 8 Februari 2018 lalu.(me2t)



