Dinkes Bolmong Belum Terima Info Resmi Terkait Larangan Pengunaan Albothyl
BOLMORA, BOLMONG – Terkait pelarangan antiseptik Albothyl yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa waktu lalu, tampaknya belum diketahui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong.
Kepala Dinas Kesehatan Sahara Albigis, mengaku belum menerima edaran resmi dari BPOM.
“Kami belum menerima edaran resmi dari BPOM,” katanya, Rabu (21/2).
Sahara mengatakan, informasi yang ketahui pihaknya, pemberitahuan dari BPOM hanya ditujukan ke perusahaan yang memproduksi antiseptik tersebut.
“Informasi kami lihat di online, yang ditujukan BPOM hanya ke perusahaan yang memproduksi albothyl tersebut,yakni PT Pharos Indonesia,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan yang diberitakan media ini sebelumnya, salah satu pegawai toko obat yang berada di wilayah Bolmong mengatakan, pihaknya sudah tidak menjual antiseptik Albothyl, tapi masih dipajang karena belum ada penarikan dari perusahaan distributor yang memasukan produk tersebut.
“Surat peredaran memang belum ada, namun salah satu seles obat bilang Antiseptik Albothyl akan ditarik dari peredaran, tapi sampai sekarang belum juga ditarik,” ungkapnya, Selasa (20/2).
======================================
2019, Pemkab Bakal Anggarkan Dana Hibah untuk Pembangunan STAIN NU di Bolmong
BOLMORA, BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) akan memberikan bantuan Rp1 Miliar, dana hibah tahun 2019 untuk pembangunan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Nahdlatul Ulama (NU) di Bolmong. Hal ini diungkapkan Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, saat menghadiri peringatan Hari Lahir NU ke-92 yang dilaksanakan di lapangan Daagon Lolak, belum lama ini.
“Kita akan anggarkan sebesar Rp1 Miliar untuk pembangunan STAIN di tahun anggran 2019 nanti,” katanya
Menurutnya, organisasi yang berdiri sejak tahun 1926 ini tidak bisa dinafikan bahwa peran NU sangat luar biasa dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Apalagi dalam menjaga nilai-nilai ideologi pancasila. NU saat ini bukan hanya milik dari umat muslim, melainkan non muslim juga dapat ikut merasakan nilai-nilai islam yang lahir dari organisasi ini,” ungkap Yasti.(agung)



