Kue “Kolombeng” Oleh-Oleh Khas Kotamobagu
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Desa Poyowa Besar l dan ll menjadi pusat pembuatan salah satu makanan khas Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang biasa dijadikan buah tangan, baik dari warga Kota Kotamobagu maupun warga luar yang datang berkunjung ke Kota Kotamobagu.
Makanan yang bernama Kue ‘Kolombeng’, berbahan dasar Tepung Terigu, Gula dan Telur Ayam tersebut, dijadikan industri rumah tangga oleh beberapa iburumah tangga di Desa Poyowa Besar bersatu.
“Rata-rata per hari saya bisa produksi sekitar 500 biji Kolombeng. Kue ini tersedia dalam beberapa kemasan, seperti isi 30 biji dengan harga Rp50.000, isi 10 biji Rp16.000 dan isi 5 biji Rp8000,” ungkap Nita Hamid, pemilik tempat produksi Kue Kolombeng Arafah.
Menurutnya, untuk memasarkan Kue Kolombeng sendiri tidak terlalu sulit.
“Pembeli biasanya datang langsung kemari, tapi saya juga memasukkan kue ini ke salah satu toko swalayan,” terang Nita.
Akan tetapi lanjutnya, industri rumahan mereka masih kekurangan fasilitas berupa alat-alat untuk meningkatkan produksi Kolombeng.
“Di Poyowa Besar bersatu, ada tiga tempat produksi Kolombeng, rata-rata masih menggunakan cara manual. Kami masih perlu adanya bantuan alat-alat yang lebih modern untuk meningkatkan produksi. Agar jika ada pesanan dalam jumlah banyak, kita bisa cepat memproduksinya,” imbuhnya.
Diketahui, beberapa waktu lalu pejabat Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara menegaskan agar mini market, seperti Indomart dan Alfamart harus menjual makanan-makanan khas Kota Kotamobagu, dan Kolombeng merupakan salah satunya.
Pantauan BOLMORA.COM, dibeberapa gerai mini market tersebut sudah tersedia Kue Kolombeng yang merupakan oleh-oleh khas Kota Kotamobagu.(me2t)



