Kotamobagu

Program Nonaktif Telepon Genggam Akan Disosialisasikan

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu akan mulai mensosialisasikan program nonaktifkan semua alat komunikasi berbasis teknologi atau telepon genggam pada pukul 18:00 WITA sampai 20:00 WITA. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Tahlis Gallang, usai memimpin rapat perdana bersama pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2T-P2A) di Aula Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Pemkot Kotamobagu, Rabu (22/2/2017).

“Program tersebut adalah usulan Ketua MUI Kota Kotamobagu Ustadz Yusuf Dani Pontoh, saat rapat tadi. Dan akan segera kita perkenalkan agar pada pukul 18:00 WITA sampai 20:00 WITA malam, agar meng-nonaktifkan telepon genggam kita. Waktu tersebut kita pergunakan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat di sekitar kita, terutama keluarga terutama anak-anak di rumah,” ungkap Tahlis.

Waktu luang tersebut lanjut Tahlis, akan dipergunakan untuk ibadah dan selanjutnya pendampingan anak pada saat belajar dan mengerjakan pekerjaan rumahnya, pada malam hari.

“Jika hal tersebut sudah kita lakukan, maka kasus-kasus kekerasan terhadap anak seperti yang banyak terjadi sekarang ini pasti akan menurun. Program ini nantinya akan mulai kita perkenalkan di semua kalangan masyarakat,” pungkasnya.(me2t)

Gunady Mondo

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010 (Wartawan UKW UTAMA: 9971-PWI/WU/DP/XI/2021/21/10/79)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button