Sopir Mikrolet Kepung DPRD Sulut: Bus Trans Manado Dinilai Matikan Mata Pencaharian Rakyat Kecil

BOLMORA.COM,SULUT – Aliansi Sopir Kota Manado menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (29/01/2026). Mereka menuntut penghentian operasional Bus Trans Manado yang dinilai telah menggerus pendapatan ribuan sopir mikrolet di Kota Manado.
Koordinator lapangan Aliansi Sopir Manado, Makarius Samodara, menegaskan bahwa program transportasi yang digagas pemerintah seharusnya berpihak pada rakyat kecil, bukan justru menguntungkan perusahaan tertentu.
“Program Presiden Prabowo seharusnya memihak masyarakat miskin. Faktanya, kami justru dikucilkan. Pendapatan sopir mikrolet semakin menurun sejak Bus Trans Manado beroperasi,” ujar Makarius di sela aksi.
Ia mengungkapkan, lebih dari dua ribu sopir mikrolet di Manado menggantungkan hidup dari sektor transportasi ini. Bahkan, sebagian besar dari mereka merupakan mantan narapidana yang telah dibina dan memilih bekerja sebagai sopir demi hidup yang lebih baik.
“Kalau tekanan ekonomi terus terjadi, kami khawatir mereka bisa kembali ke jalan yang salah,” katanya.
Makarius juga meminta DPRD Sulut menjalankan fungsi sebagai penyalur aspirasi rakyat. Ia menegaskan, apabila mikrolet benar-benar akan dipinggirkan, pemerintah wajib menyiapkan solusi konkret dan lapangan pekerjaan baru.
“Kalau mikrolet mau dihapuskan, silakan. Tapi siapkan pekerjaan untuk kami. Keadilan sosial harus benar-benar diwujudkan,” tegasnya.
Aksi tersebut menjadi sorotan karena menyentuh langsung isu keadilan sosial dan keberpihakan kebijakan publik terhadap masyarakat kecil di tengah modernisasi transportasi perkotaan. (*/Jane)
- Fasilitas Objek Wisata Batu Pinagut Dikepung Rumput Liar
- Gaji Tenaga Kontrak Bakal Naik
- Sopir Pengangkut Sempat Mogok Kerja, Sampah Menumpuk



