BEM UNIMA Buka Suara di DPRD: Kami Tidak Tunduk, Tidak Membela Siapa Pun

BOLMORA.COM,SULUT – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Manado (UNIMA), Gratio Rondonuwu, menegaskan bahwa kehadiran BEM UNIMA dalam hearing bersama DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terkait kasus dugaan kekerasan yang dialami almarhumah Eva Maria Mangolo bukan bentuk kepatuhan atau pembelaan terhadap pihak mana pun. Hearing tersebut digelar di Ruang Serbaguna DPRD Sulut, Selasa (13/01/2025).
“Kehadiran kami di sini bukan untuk tunduk, dikontrol, atau membela siapa pun,” tegas Gratio di hadapan pimpinan UNIMA serta pimpinan dan anggota DPRD Sulut yang dipimpin Louis Carl Schramm.
Gratio menyampaikan bahwa BEM UNIMA justru menjadi sasaran berbagai tekanan, termasuk tudingan diam hingga tuntutan pembubaran oleh sejumlah organisasi eksternal. Ia menilai terdapat kepentingan tertentu yang berupaya menjatuhkan BEM UNIMA.
Menurutnya, sejak dilantik pada Agustus 2025, BEM UNIMA aktif mendampingi dan mengadvokasi berbagai kasus di kampus, termasuk kasus kekerasan seksual, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sebagaimana diatur dalam Permen Nomor 55 Tahun 2024.
“Kami mengadvokasi, tapi tidak semua harus dipublikasikan. Keselamatan dan posisi korban adalah prioritas,” ujarnya.
Meski mengakui rasa kecewa dan kegagalan atas peristiwa yang terjadi, Gratio menegaskan BEM UNIMA siap dievaluasi dan dikritik.
“Kami tidak hanya berani mengkritik, tapi juga berani dikritik,” pungkasnya.
(*/Jane)



