Mahasiswa Bolmong di China Terkesan Tutup Mulut
BOLMORA.COM, BOLMONG – Penggalian informasi kondisi terkini mahasiswa yang mendapat beasiswa PT. Conch North Sulawesi Cement (CNSC) asal Bolmong, tak dimungkinkan lagi. Padahal sebelumnya, di saat awal-awal merebaknya teror virus Corona di Wuhan, China, masih sempat memberikan informasi terkini pada pewarta.
Namun, ketika Selasa dan Rabu siang hingga sore kemarin, ketika tim Bolmora.Com menghubungi seorang mahasiswa yang sebelumnya menginformasikan situasi mereka, sudah tak merespon lagi.
Apalagi, saat tim menghubungi lewat aplikasi chat Whatsapp ke nomor pribadinya. Meski tercentang dua hijau, alias sudah dibaca oleh penerima pesan, namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada respon balasan.
Begitu juga saat tim mencoba menghubungi mahasiswa lainnya, pun respon yang sama ditunjukkan lagi.
Kabar 11 mahasiswa yang masih ‘terjebak’ di China, hanya mendapat respon dari pihak Manajemen PT CNSC, Mr Lee melalui juru bicaranya Antoneta Elly, Rabu (29/1) kemarin. Dikatakannya, jika kondisi di China sudah tidak memungkinkan mahasiswa Bolmong untuk tinggal, maka akan diambil tindakan untuk memulangkan.
“Apalagi jika ada surat edaran atau petunjuk dari KBRI setempat, pasti akan dipulangkan untuk keamanan mereka,” ujarnya.
Dia mengaku pihaknya selalu berkoordinasi dengan mahasiswa Bolmong yang ada di China terkait kondisi terbaru terutama kesehatan di sana.
“Kami selalu monitoring adik-adik (mahasiswa) di sana. Setiap hari beri laporan tentang keadaan misalnya suhu tubuh mereka,” kata Nelly sapaan akrabnya, Rabu (29/1/2020).
Apalagi tambahnya, pihak kampus tempat mereka bermukim di asrama, menjaga mereka semaksimal mungkin.
“Mereka tidak diizinkan keluar area universitas, bahkan bahan makanan mereka dbelikan oleh dosen. Sampai saat ini adik-adik sendiri mengaku aman disana,” tuturnya.
(Agung)



