Gandeng Dinkes dan PMI, KNPI Boltim Gelar Baksos
BOLMORA.COM, BOLTIM — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Amalia Ramadhan Landjar, gandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boltim, dan Palang Merah Indonesia (PMI), menggelar bakti sosial (Baksos) Khitanan Massal dan donor darah.
Kegiatan baksos tersebut, bertempat di Puskesmas Desa Motongkad Kecamatan Motongkad Kabupaten Boltim.
Ketua KNPI Boltim Amalia Ramadhan Landjar saat di wawancara oleh sejumlah awak media Senin 28/01/2020 mengatakan, kegiatan baksos ini adalah gagasan yang lahir dari dirinya, karena menurutnya masalah donor darah sangat penting,
“Saya nilai secara tersendiri, kekurangan atau krisis darah sering terjadi di bank darah. Kebetulan ada kejadian saat itu saya sangat membutuhkan darah untuk membantu salah satu warga Boltim, makanya dengan kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga stok kebutuhan yang harus tersedia di bank darah,” jelas Amalia.
Menurutnya, perlunya ada dorongan bersama dengan Dinkes untuk menggelar baksos.
“ Dengan fasilitasi dari Dinkes sehingga kegiatan positif dan sangat penting ini bisa terlaksana di Puskesmas Motongkad ini,” terang Amalia.
Ditambahkannya lagi, “ Selain donor darah, kita juga melakukan Khitanan Massal, karena Khitanan masal ini, adalah kegiatan sosial kemasyarakatan, ujarnya
Dia berharap, kedepan kegiatan seperti ini akan ada di wilayah-wilayah PKM lainnya yang ada Boltim dan juga kerjasama kita, jangan sampai PKM berbondong-bondong mengejar gelar Akreditas Utama, namun pelayanan kemasyarakatan belum maksimal. Tutup Ketua KNPI Muda ini.
Sementara salah satu warga Desa Atoga Kecamatan Motongkad Ibu Muti (56) mengatakan, dengan dilaksanakannya kegiatan ini oleh pemerintah,” Kami sangat bersyukur karena, berkat kegiatan ini sekarang Cucu Saya sudah di khitan, dan ini juga sudah menjadi bagian untuk membantu bagi kami selaku masyarakat yang kurang mampu,” singkatnya.
Diketahui, dari hasil kegiatan baksos ini, tim berhasil mendapatkan 16 kantong darah dan berhasil melakukan khitanan bagi 40 orang anak.
(Ayax Vay)



