Mengembalikan Aroma Khas Kopi Bolmong
BOLMORA.COM, BOLMONG – Biji Kopi di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) adalah salah satu kopi terlezat di nusantara.
Kopi ini sudah dikenal sejak masa penjajahan Belanda, Kabupaten Bolmong, khususnya Kecamatan Passi Bersatu merupakan daerah penghasil kopi. Kultur tanah yang cocok dengan letak georgrafis yang sesuai, yakni berada di ketinggian 500 meter dari permukaan laut, menjadikan tanaman kopi di daerah itu masih bertahan hingga sekarang.
Data yang ada di Dinas Perdagangan Kabupaten Bolmong menunjukkan, Kecamatan Passi mampu menghasilkan biji kopi sebanyak 4 ton dengan luas areal pekebunan mencapai 6.000 hektare.
“Saya menargetkan lahan kopi bisa sampai 24 ribu hektare,” kata Kepala Dinas Perkebunan Taufik Mokoginta.
Aroma dan cita rasa yang terbuang Tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali tanaman kopi masuk ke Kabupaten Bolmong. Namun, dilihat dari umur pohon kopi yang ada, tanaman kopi di Kabupaten Bolmong sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Ketika itu, tanaman kopi merupakan komoditas tanaman yang kebanyakan dikelola oleh perusahaan perkebunan milik Belanda.
“Di sana (Kecamatan Passi Bersatu) paling banyak kopi peninggalan zaman penjajahan belanda,” katanya.
Ada banyak kisah dibalik tanaman kopi Kota Kotamobagu.
Biji Kopi di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) adalah salah satu kopi terlezat di nusantara Dibeberkannya, banyak yang salah sangka tentang Biji Kopi Bolmong yang sering disebut Kopi Kota Kotamobagu.
“Namanya Kota Kotamobagu, tapi pohon kopi sesungguhnya berada di Bolmong,” katanya.
Untuk meningkatkan minat untuk menanam kopi, pihaknya tahun ini akan memberikan bantuan berupa bibit kopi pada petani di Kecamatan Passi Bersatu.
“Ini semua untuk mengembalikan aroma khas kopi Bolmong,” kata dia.
(Agung)



