Tenaga Honorer di Bolmong Terus Berkurang, Ini Alasannya
BOLMORA.COM, BOLMONG – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah menyepakati penghapusan pegawai honorer. Berkaitan dengan itu, jauh sebelumnya Pemkab Bolmong telah melakukan cuci gudang tenaga honorer.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bolmong Umarudin Amba mengatakan, tahun 2019 lalu honorer dikurangkan, yang sebelumnya sebanyak 1.600 menjadi 500.
“Mereka kami rumahkan,” katanya.
Honorer yang tersisih berasal dari bagian administrasi. Sedang yang dipertahankan adalah honorer untuk pekerjaan penunjang.
“Semisal cleaning service, penjaga kantor dan lainnya,” ungkap Amba.
Sebutnya, kebijakan untuk mengurangkan honorer berdasarkan pertimbangan efisiensi anggaran. Yang mana, anggaran untuk honorer sangat besar, sedangkan kinerja mereka tak signifikan.
“Saya sering melihat honorer yang tak tahu kerjanya apa, tak bisa mengoperasikan komputer pula,” ujarnya.
Dikatakan, banyaknya honorer dikarenakan kebijakan pemerintahan sebelumnya yang berbau politis.
“Banyak titipan,” sebut Amba.
Saat ini, masih ada 721 honorer K2 yang masuk database KSN. Jumlah mereka terus menyusut.
“Ada yang sudah jadi PNS, ada yang meninggal dan lainnya,” tambahnya.
(Agung)



