Lokasi Tambang Emas Ilegal Milik “Om Tole” di Desa Bakan Dibakar Massa, Ini Penyebabnya
BOLMORA.COM, PERISTIWA – Jumat (4/1/2019) sekitar pukul 20.15 WITA tadi malam, lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mendadak ramai dengan munculnya api.
Setelah ditelusuri, api tersebut ternyata berasal dari lokasi pengolahan emas milik salah satu pengusaha ternama di Kota Kotamobagu Samuel Porung, yang biasa disapa Om Tole.
Awak media BOLMORA.COM yang bertepatan berada dekat lokasi kejadian langsung melakukan investigasi penyebab api yang tiba-tiba menyala sangat besar itu.
Dari hasil informasi yang didapat, salah satu lokasi pengolahan emas tersebut sengaja dibakar oleh massa dari Desa Bakan, karena tidak terima dengan aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum penjaga lokasi berinisial JN, terhadap warga desa bernama Oni Mokoginta.
“Ada warga Bakan yang pergi untuk mencari sisa-sisa pengolahan material emas di lokasi milik Om Tole, kemudia didapati oleh penjaga lokasi. Bukannya disuruh pulang, malah dipukul pakai selang ait dan ditelanjangi hingga sebagaian tubuhnya mengalami memar. Nah hal itulah yang jadi pemicu masyarakat Desa Bakan mengamuk dan melakukan pembakaran di lokasi temabang tersebut,” ungkap TS, warga Bakan yang meminta namanya diinisialkan.
Kendati demikian, tidak terjadi bentrok antara kelompok massa dengan pihak penambang di lokasi terebut. Warga yang diduga dianiaya pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum, guna keperluan laporan ke pihan yang berwenang.
Tak berselang lama, aparat kepolisian pun langsung tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengantisipasi gejolak susulan yang bisa saja terjadi semakin membesar.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Polres Kota Kotamobagu Kompol Fredy Wowor, ketika dihubungi mengatakan kondisi pasca terjadi pembakaran lokasi tambang itu masih terkendali dan relatif kondusif.
“Kami masih terus melakukan penyelidikan soal motif pembakaran lokasi tersebut,” sinkatnya.
Sekadar diketahui beberapa waktu lalu, tepatnya Selasa (28/8/2018), lokasi tambang ini sudah ditutup oleh pihak kepolisian setelah terjadi kasus enam penambang tewas tertimbun. Namun entah kenapa?, kemuadian tak berselang lama lokasi pertamangan emas yang terletak di Blok Bakan itu dibuka lagi. Yang mengherankan, lokasi pertambangan emas yang dibuka adalah milik dari para pengusaha tambang ternama. Padahal saat itu, penutupan lokasi tambang dengan menggunakan alat berat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Kotamobagu AKBP Gani Fernando Siahaan, dan Waka Polres Kompol Suharman Sanusi.
Saat itu, ratusan anggota Polres Kota Kotamobagu dan anggota Kodim 1303 Bolmong diterjunkan melakukan menutupan tambang ilegal yang sudah puluhan tahun beroperasi itu.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Kota Kotamobagu AKBP Gani Siahaan mengatakan, lokasi tersebut sudah tidak layak lagi dan membahayakan bagi penambang, maka dilakukan penutupan.
“Dengan penutupan ini, maka tidak ada lagi aktivitas penambangan emas lagi di sini,” kata Gani.
Menurutnya, pihaknya dan Kodim 1303 Bolmong akan terus mengawasi jika masih ada aktivitas penambang.
“Sesuai hasil rapat Forkompinda dengan Pemkab Bolmong, sudah diperigatkan bahwa akhir Agustus lokasi pertambangan emas ini akan ditutup,” ungkapnya kepada para awak media kala itu.
(hen/gnm)



