Yonif 502 Para Raider TNI-AD Bantu Polisi Buru DPO MIT Poso

0
33
Yonif 502 Para Raider TNI-AD Bantu Polisi Buru DPO MIT Poso
Kapolda Sulteng Irjen Polisi Abdul Rakhman Baso menyalami Pasukan bataliyon TNI-AD dari Yonif 502 Para Raider yang terlibat dalam Satgas operasi Tinombala 2020 untuk membantu Kepolisian Polda Sulteng memburu 11 orang DPO MIT Poso. Foto : Istimewa

BOLMORA.COM, POSO – Pasukan dari Yonif 502 Para Raider TNI-AD, kembali terlibat dalam operasi Tinombala 2020 untuk membantu Kepolisian Polda Sulteng memburu 11 orang DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di wilayah hutan pegunungan Kabupaten Poso, Sulteng.

Didampingi Danrem 132 Tadulako Brigjend TNI Farid Makruf, Kapolda Sulteng Irjen Polisi Abdul Rakhman Baso selaku penanggungjawab operasi Tinombala 2020 menyempatkan menemui anggota TNI-AD dari Yonif 502 Para Raider, bertempat di markas Bataliyon Infantri (Yonif) 714 Sintuwu Maroso, Kapolda didaulat memberikan arahan.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh personil Yonif 502 Para Raider yang hadir dan tergabung dalam Satgas operasi Tinombala sebagai bentuk perwakilan negara,”ucap Kapolda.

Kapolda menegaskan, sinergitas TNI-Polri harus selalu terjalin dan menjadi contoh kokohnya NKRI. Bersama-sama belum sempurna apalagi sendiri.

“Kita datang karena merah putih dan kokohnya untuk NKRI, hidup ini pilihan. Memilih TNI dan Polri merupakan pilihan hidup. TNI dengan sumpah sapta marga dan sumpah prajurit, Polri dengan tri brata dan catur prasetya,”kata Rakhman Baso.

Mantan Wadan Korbrimob Polri ini, menjelaskan tugas dalam pelaksanaan operasi tinombala 2020, sasaran utamanya adalah melakukan pengejaran terhadap 11 orang DPO MIT Poso pimpinan Ali Kalora.

“Mereka sudah dihimbau untuk menyerahkan diri dan menjalani proses sesuai hukum akan tetapi bila tidak segera menyerahkan diri dengan terpaksa apabila ketemu dilapangan akan dilakukan tindakan tegas terukur,”ujar Kapolda.

Tugas berikutnya, kata Kapolda adalah memutus supporting perbekalan atau logistik dari kelompok simpatisan, meminimalisir atau menghilangkan doktrin dengan paham radikalisme di masyarakat Poso.

“Yang tidak kalah penting adalah menghilangkan stigma negative di provinsi Sulteng khususnya Kabupaten Poso adalah tidak aman, sehingga investor tertarik untuk menanam modal dan membangun Sulteng,”tandas Kapolda.

Usai menyampaikan arahannya Kapolda Rakman Baso memberikan bantua untuk Yonif 714 Situwu Maroso Poso berupa tiga unit mesin pemotong rumput, tiga unit sepeda MTB untuk patrol penjagaan dan satu unit TV 50 inchi.

(Syarif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here