Batasi Penjualan Lahan Pertanian, Pemkot Gelar FGD II LP2B

0
224
Batasi Penjualan Lahan Pertanian, Pemkot Gelar FGD II LP2B
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) II Penyusunan Naskah Akademik LP2B yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU— Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu melaksanakan Focus  Group Discussion (FGD) II Penyusunan Naskah Akademik LP2B, yang digelar di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Perikana, Rabu (4/12/2019).

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Muljadi Surotenodjo, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Meiva Nayoan, kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk penyusunan Ranperda LP2B, dimana nantinya para petani akan dibatasi dalam hal menjual lahan pertanian yang berada di sekitar kota.

“Semoga dengan dokumen ini para petani menjual lahan pertaniannya karena telah banyak lahan pertanian yang telah di alih fungsikan menjadi kawasan perumahan dan industry,” ungkapnya.

Loading...

Dirinya berharap, agar para petani dapat mengikuti peraturan yang akan diberlakukan pada 2020,  dengan harapan lahan pertanian dan persawahan tidak akan terus berkurang.

“Ke depan, bila ada lahan pertanian yang akan dijual untuk pembuatan bangunan dan industri maka akan diatur melalui perda terlebih dahulu, tapi bila dijual untuk keperluan lahan pertanian kembali, itu boleh,” imbuhnya.

(Me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here