Ikhsan Sukses Kembangkan “Kopi Ateng”, Belum Genap 1 Tahun Mulai Berbuah
BOLMORA, EKONOMI BISNIS – Potensi lahan pertanian dan perkebunan yang sangat baik di Kota Kotamobagu terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah membudidayakan tanaman kopi, yang juga menjadi komoditi andalan Kota Kotamobagu. Saat ini, sebagian besar masyarakat mencoba mengembangkan bibit jenis Kopi Ateng. Seperti yang dilakukan Ikhsan Marasabessy, warga Desa Kopandakan 1, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Menurutnya, Kopi Ateng adalah sebuah jenis kopi yang juga banyak dibudidayakan atau ditanam oleh sebagian petani di Indonesia. Umumnya, kopi ini memiliki sistem batang yang rapat walaupun tergolong sedikit pendek dari jenis kopi lainnya, namun memiliki buah yang cukup lebat.
“Inilah salah satu kelebihan Kopi Ateng. Jika kita bandingkan dengan jenis Kopi Arabika dan jenis Kopi Robusta, Kopi Ateng lebih unggul dari segi buah dan ranting yang cukup banyak,” ungkap Papa Dinda, sapaan akrabnya, yang telah berhasil mengembangkan Kopi Ateng di Kotamobagu.
Dikatakan, tanaman ini mudah untuk dibudidayakan di daerah yang beriklim tropis. Kopi Ateng juga mampu hidup di segala jenis tanah dan cuaca, tapi juga memerlukan perawatan khusus dari segi pupuk dan bahan organik yang mampu meningkatkan unsur hara pada tanah yang akan digunakan.
“Buktinya, Kopi Ateng yang saya tanam sekitar tanggal 26 Oktober 2017, kini sudah mulai berbunga. Artinya, di Kota Kotamobagu kopi jenis ini bisa tumbuh dan Inshaa Allah akan terus saya kembangkan,” ujarnya, Sabtu (20/10/2018).
Dia pun mengimbau agar masyarakat Kota Kotamobagu mencoba menanam sekaligus membudidayakan Kopi Ateng.
“Di Kota Kotamobagu masih banyak lahan perkebunan yang kosong, dan Kopi Ateng sangat cocok untuk dibudidayakan. Semoga masyarakat Kota Kotamobagu semakin banyak yang menanam Kopi Ateng ini,” imbuhnya.
(me2t)



