Tidak Mengenakan Masker Saat Beraktivitas, Warga di Bolmong Dihukum Push Up

0
442
Seorang warga di Kecamatan Lolak saat dihukum push up oleh petugas karena tidak mengenakan masker saat beraktivitas diluar rumah. Selasa (15/9/2020).

BOLMORA.COM, BOLMONG — Langkah tegas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) terus dilakukan. Masyarakat Bolmong kini diwajibkan untuk selalu mengenakan masker saat sedang beraktivitas diluar rumah. 

Bila kedapatan tidak mengenakan masker, maka akan dikenakan sanksi lisan, berupa tulisan hingga hukuman push up.

Seperti yang dilakukan Pemkab Bolmong yang bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI dalam Operasi Yustisi Gabungan di perempatan Ibu Kota Lolak dan di seluruh wilayah Kabupaten Bolmong.

Pantauan Bolmora.com, sejumlah warga yang kedapatan tak mengenakan masker saat mengendarai motor dan mobil langsung disuruh turun. Kemudian di cek suhu tubuhnya. Sebelum diberi masker gratis oleh petugas, mereka harus melakukan push up sebanyak 10 kali. Umumnya mereka adalah para anak muda.

Asisten I Pemkab Bolmong Deker Rompas mengatakan upaya tersebut perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 di Bolmong. 

“Warga yang tak pakai masker akan kena sanksi lisan, tulisan hingga push up, lalu dikasih masker. Karena kebetulan ada masker dan giat pemberian masker. Setelah dipastikan masker dipakai, warga diperbolehkan melanjutkan perjalanan,” ungkapnya

Hukuman push up tersebut sebagai bentuk rasa sayang pemerintah terhadap warganya, yakni agar warga Bolmong tidak ada yang tertular atau menularkan virus Corona. Menurut Deker Darmin, pemakaian masker ini juga merupakan anjuran pemerintah yang telah tertuang di Perbup.

“Itu juga demi warga masing-masing, berupaya dan berusaha agar tidak terpapar virus Corona dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah,” jelas dia.

Dikatakannya, operasi yustisi ini tak akan berakhir hari ini, tapi akan berjalan hingga seterusnya.

“Berikutnya kami akan masuk operasi di pasar-pasar dan tempat usaha,” ujarnya.

Untuk pelaku usaha yang tidak mematuhi protocol Covid-19 seperti menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta memakai masker akan dikenakan sanksi dari teguran, denda hingga penutupan tempat usaha.

“Saat ini, kami masih memberikan sanksi lisan dan tulisan bagi masyarakat yang masih melanggar protokol kesehatan Covid-19, berikutnya kami akan terapkan sanksi sosial, sedangkan untuk pelaku usaha, jika tidak mengindahkan sanksi lisan dan tulisan akan dikenakan denda, hingga pencabutan izin dan penutupan tempat usaha,” jelasnya.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here