Wali Kota Sampaikan Banyak Hal Penting pada Kunker ke Dinkes Kota Kotamobagu

0
310
Wali Kota Sampaikan Banyak Hal Penting pada Kunker di Dinkes Kota Kotamobagu
Suasana kunjungan kerja wali kota di Dinkes Kota Kotamobagu
Advertisement

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGI – Selasa (24/8/2021), Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu.

Pada kesempatan itu, wali kota meminta Dinkes agar lebih fokus lagi dalam pencapaian target dan pemenuhan indikator, terutama yang ada dalam Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang kesehatan.

“Pencapaian target dan indikator dalam dokumen Renstra dan Renja tahun 2021 juga harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Mana yang belum tercapai dan indikatornya belum terpenuhi harus dipersiapkan dalam program kegiatan penunjangnya, di APBD tahun anggaran 2022,” pintanya.

Selain itu, Dinkes juga harus menjadi leading sektor dalam koordinasi dan kolaborasi antara UPTD yang ada di bawah kewenangannya. Mulai dari UPTD rumah sakit, UPTD Farmasi dan Puskesmas. 

“Dalam penanganan Covid, saya minta agar Dinked menghitung dengan cermat komponen penghasilan ASN yang ada. Terutama insentif tenaga kesehatan yang penganggaran tahun sebelumnya dibiayai oleh APBN. Untuk tahun ini harus ditangulangi oleh APBD. Selain itu ada jasa medis, insentif BPJS dan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Ini harus dikaji kembali dan menjadi perhatian bersama,” tegas Tatong.


Untuk vaksinasi anak usia 12 sampai dengan 17 tahun, wali kota meminta Dinkes dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Capil dan pemerintah desa/kelurahan.

“Pendataan terhadap anak-anak yang akan divaksin harus dilakukan terlebih dahulu. Harus dicek di desa dan kelurahan jumlah anak usia 12-17 tahun, dan setelah datanya lengkap, kemudian dilaksanakan vaksinasi agar bisa maksimal dan mencapai sesuai target yang diharapkan,” pungkasnya.


Sementara, Kepala Dinkes Kota Kotamobagu dr Tanty Korompot menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kerja wali kota ke instansi yang di pimpinnya.

Memurutnya, ada banyak saran dan masukkan yang disampaikan wali kota, terutama terkait peningkatan kinerja dinas dalam pencapaian target dan indikator.

“Tadi terdapat beberapa poin arahan yang disampaikan ibu wali kota, salah satunya terkait pengadaan obat-obatan yang harus diintegerasikan di UPTD Farmasi. Kami akan segera berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bagian Hukum untuk menindaklanjuti arahan ini,” ungkapnya.

Selain itu, juga dibahas soal pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, penanganan stunting yang membutuhkan kolaborasi dan kerja sama yang baik antar perangkat daerah terkait, hingga insentif tenaga kesehatan dan dana kapitasi.

“Ini semua menjadi masukkan yang sangat berarti bagi kami, untuk peningkatan kinerja Dinkes ke depannya,” kata dr Tanty.

(*/Gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here