Sempat Viral, Video Kekerasan Anak di Bolmong Ternyata Tidak Sesuai Fakta Kejadian

0
902
Sempat Viral, Video Kekerasan Anak di Bolmong Ternyata Tidak Sesuai Fakta Kejadian
Gambar Ilustrasi kekerasan anak/Foto: IST
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG — Baru-baru ini sebuah postingan video kekerasan yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya sempat menggemparkan warganet di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Informasi diperoleh, peristiwa dalam video diduga terjadi di salah satu desa yang berada di Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.

Karena sudah tersebar luas, video ini pun menjadi viral, dan langsung mendapat perhatian dari aparat kepolisian setempat.

Setelah ditelusuri, Anggota Polsek Sangtombolang dengan sigap menuju lokasi kejadian dan berhasil mengamankan sang Ayah, yang berinisial SS (41). 

SS kemudian digiring ke Polsek Sangtombolang untuk dimintai keterangan lebih lanjut atas video yang beredar. 

Namun, setelah menjalani pemeriksaan, ternyata kronologi didapat tidak seperti apa yang terjadi di dalam video.

“Tapi dari keterangan sang anak, dirinya sama sekali tak pernah dianiaya oleh sang ayah,” ujar Kapolsek Sangtombolang, Iptu Gatot Sugito Daun saat dikonfirmasi.

Menurut Gatot, jika ayah dan anak ini datang dari Papua pada bulan April 2021. Sesampainya di Bolmong, kedua orang tua dan anak ini tinggal di rumah salah satu Sangadi (Kepala Desa) di Kecamatan Sangtombolang.

“Kami juga sudah menginterogasi sang kepala desa dan mereka sama sekali tak pernah melihat sang ayah memukul anaknya,” tegas dia. 

Perwira dua balok ini menegaskan jika kronologi yang sebenarnya sama sekali tak sama dengan yang heboh di medsos. 

“Tidak seperti itu, kami sudah melakukan visum kepada sang anak dan hanya ada luka gatal atau koreng,” aku dia.

Sementara itu, Kepala DP3A Bolmong Farida Mooduto, mengatakan jika pihaknya juga sudah menemui SS, ayah yang viral tersebut. Menurutnya, jika antara sang suami dan istri yang ada di Papua ada masalah keluarga. 

“Jadi sang ayah meminta agar istrinya, mengirim ijazah anaknya untuk di sekolah. Tapi sampai saat ini belum juga dikirimkan,” aku dia. 

Karena putus asa dan permintaannya tak kunjung dipenuhi. Sang ayah kemudian membuat video seakan memukul anaknya yang masih berusia 7 tahun. 

“Padahal sebenarnya tidak seperti itu, mereka berdua saling menyayangi. Cuma ini hanya masalah keluarga saja,” tegas dia. 

Farida juga memastikan jika sampai saat ini tak ada laporan terkait kekerasan anak yang masuk di Polsek Sangtombolang. 

“Karena memang kejadiannya tidak ada,” aku dia. 

Terkait dengan proses hukum dari kasus ini, Farida menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Dirinya pun mengajak agar semua masyarakat lebih bijak dalam bermedsos. 

“Kami harapkan kedepannya masyarakat bisa lebih cerdas dalam bermedsos. Agar tak ada yang dirugikan,” tandasnya. 

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here