Kopi Kotamobagu Minta Diekspor ke Belanda dan Belgia
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pasca diikutsertakan dalam Festival Kopi Indonesia yang digelar di Belanda pada bulan Juni lalu, (baca : http://www.bolmora.com/2016/06/14/kopi-organik-kotamobagu-tembus-pasar-eropa/) kini kopi hasil pertanian kelompok tani ‘ICS Organisasi Momosad Kopi Organik Bilalang’ akan difasilitasi peningkatan kualitasnya agar dapat diekspor ke pasar eropa.
Dikatakan Sofyanto, Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan, Hukum dan Ekonomi Terapan (LIPH-ET) Bolaang Mongondow Raya (BMR), dirinya mendapat pemberitahuan dari Arie Fuad, salah satu eksportir spesialis kopi asal Jakarta, dan juga Direktur Utama CV Daya Asasta, tentang rencana peningkatan kualitas dan standar kopi Kotamobagu.
“Pak Fuad memberitahukan saya melalui pesan Blackberry Mesengger (BBM) bahwa, dia akan memfasilitasi peningkatan kualitas kopi Kotamobagu agar dapat bersaing di pasar Internasional,” kata Sofyanto, Jumat (21/7/2016), siang tadi.
Menurutnya, potensi kopi hasil pertanian organik di Kotamobagu dilirik investor manca negara. Bahkan, calon pembeli dari Belanda dan Belgia telah meminta ke pihak eksportir untuk meng-ekspor Kopi Robusta Kotamobagu.
“Kata pak Fuad, calon pembeli dari Belanda dan Belgia sudah meminta dirinya untuk meng-eksport Kopi Kotamobagu. Tapi untuk menembus pasar Internasional, kulitas citarasa Kopi Kotamobagu harus lebih ditingkatkan agar nilai jualnya bisa bersaing,” ucap Sofyanto, mengutip kata-kata Fuad.
Dijelaskan lagi, Kopi Robusta Kotamobagu harus melalui beberapa proses pengujian untuk menghasilkan citarasa yang diterima pasar Internasional. Selain itu, harus mengantongi sertfikat laporan hasil uji citarasa yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Republik Indonesia, atau Indonesian Coffee And Cocoa Research Intitute (ICCRI).
“Jadi untuk bisa meningkatkan nilai jual, setiap jenis kopi harus dites citarasanya. Selain itu, aroma, warna, keasaman, dan ukuran juga menjadi prioritas,” ujarnya.
Sofyanto berharap Pemkot Kotamobagu tanggap dengan minat para investor yang bersedia memfasilitasi peningkatan kualitas Kopi Kotamobagu.
“Paling tidak Pemkot dapat menyusun program untuk dapat melakukan uji coba citarasa. Dengan begitu, kualitas Kopi Kotamobagu bisa dijamin menembus pasar eropa,” pungkasnya.(gun mondo)



