Pemkot Kotamobagu Senergi dengan Program Nasional dan Provinsi dalam Penanganan Stunting

0
43
Pemkot Kotamobagu Senergi dengan Program Nasional dan Provinsi dalam Penanganan Stunting
Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara
Advertisement

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU — Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot)  Kotamobagu dalam menangani stunting di wilayahnya tak diragukan lagi. Hal ini terbukti dengan dilakukannya standar pelayanan minimal, sebagaimana prioritas nasional dan provinsi, oleh Pemkot Kotamobagu melalui data ‘time series’.

“Dalam melaksanakan perencanaan dan penganggaran yang efektif, efisien dan tepat sasaran, Pemerintah Kota Kotamobagu selalu memperhatikan indikator-indikator yang menjadi standar pelayanan minimal, yang sinergi dengan program nasional dan provinsi,” jelas Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, saat memaparkan kondisi stunting di daerah, pada rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penanganan stunting antar stakeholder terkait, bersama bupati dan wali kota se-Sulut, di Hotel Luwansa Manado, Rabu (02/6//2021).

Melalui data time serie tersebut pula, menunjukan keberhasilan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam menekan angka stunting pada tahun 2019 menjadi 5,32 persen, yang sebelumnya berada pada angka 29,03 persen.

Trend positif penanganan stunting oleh Pemerintah Kota Kotamobagu kemudian berlanjut pada tahun 2020. Capaian prevalensi stunting berada pada angka 4,94 persen, atau turun sebesar 0,38 persen dari tahun sebelumnya.

Pun dengan penurunan kasus stunting yang signifikan, saat ini Pemerintah Kota Kotamobagu telah melampaui target nasional untuk penanganan stunting di daerah.

Upaya penanganan stunting Pemerintah Kota Kotamobagu pun terus berlanjut hingga tahun 2021. Bahkan di tahun 2021ini, Pemerintah Kota Kotamobagu mengalokasikan anggaran sebesar Rp34, Miliar lebih untuk penanganan stunting.

“Alokasi anggaran ini tersebar di beberapa perangkat daerah sebagai bentuk komitmen penanganan stunting secara konvergensi di Kota Kotamobagu,” ungkap Tatong.

Sekadar diketahui, dalam pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi, Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Bappelitbangda telah melaksanakan analisis situasi, melalui rapat konvergensi yang dilaksanakan pada 15 Maret 2021 lalu, yang berujung pada pembentukan dan dikeluarkannya SK Tim Penanganan dan Pencegahan Stunting si Kota Kotamobagu.

Selanjutnya, pada 6 April 2021 telah diakan rapat penentuan desa/kelurahan lokus stunting.

(*/Gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here