Di Kotamobagu Pembayaran Zakat Fitrah Tahun Ini Dalam Bentuk Beras

0
312
Di Kotamobagu Pembayaran Zakat Fitrah Tahun ini Dalam Bentuk Beras
Rapat penetapan zakatul fitri di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kotamobagu

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Rapat penetapan zakatul fitri dalam bentuk uang yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kotamobagu oleh jajaran Kemenag, Baznas, Pemkot, MUI dan Ormas Islam se-kota Kotamobagu pagi tadi, menghasilkan beberapa ketetapan berkaitan pembayaran zakat fitrah bagi umat Islam di Kotamobagu.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini seluruh peserta rapat dari berbagai instansi dan ormas Islam ini sepakat bahwa pembayaran zakat fitrah ditekankan menggunakan makanan pokok berupa beras. Hal ini sesuai petunjuk awal sebagaimana yang berlaku pula di zaman Rasulullah SAW.

Menurut Kepala Kantor Kemenag Kotamobagu, Hi Saiful Bongso MPd, pihaknya telah menuangkan itu dalam surat keputusan yang langsung ditandatangani pagi tadi.

“Tujuannya agar masyarakat faham bahwa sesungguhnya pembayaran yang lebih afdhol itu memang harusnya memang demikian”, terangnya dalam rapat.

Senada dengan itu, Komisioner Baznas Bidang Administrasi Umum dan SDM, Jainudin SP membeberkan fakta dilapangan, masyarakat masih banyak yang belum memahami betul masalah ini. Baznas KK menurutnya, terus berupaya menyosialisasikan ini melalui UPZ Desa/Kelurahan yang ada.

“Mudah-mudahan dengan seringnya kita sosialisasi, dengan sendirinya masyarakat faham terhadap penunaian salah satu rukun Islam ini,” harapnya.

Disamping itu, Ketua BAZNAS KK, Ustad Hi Rusdin Bonde, S.Pd.I menambahkan, perlunya peran pengurus UPZ untuk menyampaikan ini kepada masyarakat.

“Memang ini tidaklah mudah, apalagi masyarakat kita sudah cukup nyaman dan terbiasa berzakat dengan uang dalam kurun waktu berapa tahun ini. Perlu waktu bertahun-tahun pula untuk bisa merubah kebiasaan ini,” tambah ustad yang juga imam mesjid Baitul Makmur ini.

Dalam putusannya, rapat kali ini juga menyepakati ada dua kelas/golongan zakat fitrah menurut harga beras, yakni golongan I untuk beras Superwin, Serayu dan sejenisnya dengan harga Rp28.750 per jiwa, dan golongan II untuk beras Sultan, PL Bali dan sejenisnya dengan harga Rp26.250 per jiwa.

Sementara itu untuk masyarakat yang mengkonsumsi beras kemasan, besaran zakatul fitri dalam bentuk rupiahnya disesuaikan dengan harga rata-rata per kilo dari beras kemasan tersebut.

Untuk itu, besaran infaq tahun ini ditetapkan naik dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per Kepala Keluarganya (KK).

Hadir dalam rapat tersebut diantaranya Ketua MUI KK, Ust Hi. Yusuf Danny Pontoh, para Pimpinan/Komisioner BAZNAS, Ketua NU, Ketua Muhammadiyah, utusan Dinas Perdagangan Pemkot KK, serta para Kepala KUA se-Kotamobagu. (**/me2t)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here