8 Parpol Miliki Kursi di DPRD Kotamobagu Terancam tak Terima Banpol

0
Advertisement

8 Parpol Miliki Kursi di DPRD Kotamobagu Terancam tak Terima Banpol

Bolmora, Kotamobagu

Delapan partai politik (Parpol) yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu terancam tak menerima bantuan politik (Banpol) tahun 2016. Penyebanya, kedelapan Parpol tersebut hingga kini belum juga memasukkan surat pertanggungjawabab (SPj) penggunaan dana Banpol tahun anggaran 2015.

Dikatakan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kotamobagu, melalui  Kepala Bidang Politik dalam Negeri (Poldagri) Ajuan Mokoginta, Bantpol terhadap kedelapan Parpol tersebut belum bisa disalurkan, karena belum semua memasukkan SPj penggunaan anggaran 2015.

“Itu harus dipertanggungjawabkan, karena dana tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015,” ungkap Ajuan, pekan lalu.

Apalagi lanjutnya, saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari pihak Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), untuk penyaluran dana Banpol tersebut.

“Kita akan salurkan jika sudah ada rekomendasi dari BPK terkait hasil pemeriksaan. Sebab, SPj Banpol diperiksa terpisah dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD),” tandasnya.

Dihelaskannya, pemberian dan penggunaan dana Banpol untuk Parpol dibagi dua, yakni 60 prsen untuk kegiatan politik, semisal seminar, loka karya, dialog, sarasehan, dan workshop. Sedangkan 40 persen digunakan untuk operasional secretariat, seperti pangadaan ATK, rapat, transportasi, langganan daya dan jasa, pemeliharaan arsip dan peralayan kantor.

“Kalau untuk sewa kantor sekertariat, dana Bapol tak bisa digunakan. Sebab, tidak tercantum dalam aturan penggunaannya. Sehingga itu dimintakan kepada para pimpinan Parpol agar memperhatikan hal ini, dan segera memasukkan SPj penggunaan Banpol tahun 2015,” imbuh Ajuan.

Dalam kesempatan berbincang-bincang dengan wartawan Bolmora.com, Sabtu (07/05/2016), Ajuan juga memaparkan hitungan pemberian dana Banpol ke setiap Parpol yang menerimanya. Yang mana, perhitungan nilai bantuan persuara bagi Parpol yang mendapatkan kursi di DPRD Kota Kotamobagu adalah jumlah bantuan dalam APBD 2013 yang dibagi dengan perolehan kursi tahun 2009. Misalnya, jumlah Banpol pada APBD 2013 sebanyak Rp475 juta, dibagi suara sah pemilihan legislatif (Pileg) 2009 sebanyak 48.967, maka hasilnya 9.700 suara.

“Sehingga, jika dikalikan jumlah suara di Pileg 2014 sebanyak 61.928, maka dana Banpol tahunan yang diberikan ke Parpol sebesar Rp600.701.600,” paparnya.

Adapun Parpol penerima dana Banpol terbanyak adalah Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar Rp190 juta. Di urutan kedua ada Parto Golkar sebesar Rp110,2 juta, kemudian Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Rp64,9 juta, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rp46,3 juta, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Rp54,4 juta, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebesar Rp42,2 juta, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rp33,6 juta.(mg-01/ady)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here