4 Fraksi DPRD Bolmong Walk Out Saat Paripurna

0
4 Fraksi DPRD Bolmong Walk Out Saat Paripurna
Suasana walk out emat fraksi DPRD Bolmong

BOLMORA.COM, BOLMONG – Pernyataan sikap mosi tidak percaya oleh lima fraksi di DPRD Bolmong terhadap Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling terus berlanjut. Selasa (6/4/ 2021), terjadi aksi walk out yang dilakukan empat fraksi saat sidang paripurna baru saja dibuka. Alhasil menyebabkan sidang paripurna dibatalkan.

Aksi walk out yang dilakukan empat fraksi itu, yakni Fraksi Golkar, Fraksi Nasdem, Fraksi Demokrat Pembangunan dan Fraksi PKB. Sedangkan Fraksi PKS tidak hadiri karena sedang mengikuti bimtek di luar daerah.

Kericuan diinternal para wakil rakyat itu, terjadi usai lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Sontak muncul suara interupsi dari anggota DPRD Masri Daeng Masengi. Politisi Nasdem ini langsung menyalakan mikrofon dan mengutarakan protes terhadap sikap Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling.

Masri menuturkan, hingga kini sikap partai Nasdem tidak setuju jika paripurna DPRD dipimpin oknum Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling. Hal ini juga buntut dari mosi tidak percaya yang pernah dilayangkan beberapa waktu lalu.

Usai Masri mengutarakan sikapnya, muncul suara interuspi dari anggota DPRD fraksi yang sama, yaitu Febrianto Tangahu. Sekretaris Fraksi Nasdem ini menegaskan, jika hari ini Fraksi Nasdem menolak jika sidang dipimpin Welty Komaling. Dia menilai bahwa, mosi tidak percaya yang telah dilayangkan beberapa waktu lalu terus berlanjut.

Menurutnya, sidang paripurna yang dilakukan DPRD hanya atas dasar keinginan dari Welty Komaling. Sebab, terbukti pada HUT Kabupaten Bolmong, pada 23 Maret lalu, justru agenda paripurna ditiadakan.

“Inikan menunjukan bahwa sidang paripurna hanya keinginan Welty Komaling saja. Padahal, seharusnya pada pelaksanaan HUT Kabupaten, DPRD menggelar paripurna. Namun itu ditiadakan. Semua itu atas perintah Welty,” katanya.

Interupsi lain muncul dari anggota DPRD Hariyanti Kiay Masteri. Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat Pembangunan ini ikut mendukung jika menolak dan menyutujui dengan mosi tidak percaya.

“Saya dari Fraksi Demokrat Pembangunan menyetujui soal mosi tidak percaya,” ucap politisi PPP ini.

Suara di dalam ruangan sidang makin riuh saat sejumlah mikrofon mulai terdengar dari sejumlah anggota DPRD.

Sulhan Manggabarani dari Fraksi Golkar, ikut melayangkan sikap protes. Dia menegaskan, anggota fraksi tidak setuju jika sidang paripurna dipimpin oknum Ketua DPRD Welty Komaling.

“Ini bentuk reaksi dari mosi tidak percaya kami,” tegasnya.

Ketua Fraksi PKB Supandri Damogalad juga ikut menyalakan mikrofon yang ada didepannya. Dengan suara lantang, politis mudah ini menegaskan bahwa sikap mosi tidak percaya yang dilayangkan lima fraksi akan terus berlanjut. Hal ini sebagai reaksi atas mosi tidak percaya yang digulirkan sebelumnya.

“Ini bukti bahwa sikap lima fraksi atas ketidaksukaan terhadap sikap oknum Ketua DPRD Welty Komaling terus dilakukan,” tegasnya.

Supandri menambahkan, mereka sudah sepakat tidak akan hadir dalam paripurna yang dipimpin Welty Komaling. Sebab, dia menilai Welty tidak mampu mengelola kinerja secara kolektif di DPRD Bolmong.

“Kalau pun ini dilanjutkan, kami akan ke luar dari ruang paripurna,” ketusnya.

Meski demikian, sebelum para anggota DPRD yang tergabung dalam empat fraksi meninggalkan ruangan sidang, mereka terlebih dahulu meminta maaf kepada Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, yang saat itu hadir. Mereka secara berjamaah meninggalkan ruangan sidang, dan tinggal tersisa enam anggota DPRD, termasuk Welty Komaling. Jelas dengan jumlah tersebut, sidang dinyatakan tidak memenuhi kuorum.

Diketahui, mosi tidak percaya yang dilayangkan sebelumnya buntut kekecewaan atas sikap Welty yang dinilai memonopoli tugas. Padahal, tugas dan funsgi DPRD adalah kolektif kolegial.

Supandri menuturkan, protes yang dilayangkan oleh lima fraksi karena segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas dan fungsi DPRD harus sepengetahuan Welty.

“Inikan aneh. Contoh kasus yang terjadi saat ada aksi demo dari kelompok masyarakat, semua harus menunggu Welty. Demo yang terjadi pagi, pertemuan itu nanti dimulai jelang sore setelah dia usai menghadiri Musrenbang. Padahal sudah ada personel komisi I yang sudah menerima. Seharusnya sudah diwakili oleh komisi I,” ungkapnya.

Dia menegaskan lagi, sidang paripurna masih ditunda sambil menunggu kehadiran salah satu personel pimpinan DPRD lainnya.

Adapun sidang paripurna yang dilakukan pihak DPRD, adalah membahas empat agenda, yakni pembicaraan tingkat satu atas Ranperda inisiatif DPRD tentang pengelolaan barang milik daerah, Ranperda usulan eksekutif tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19, dilanjutkan dengan penyampaian LKPJ Bupati tahun 2020, dan penyampaian laporan hasil reses pimpinan dan anggota DPRD masa sidang I tahun 2021.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here