Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

Regional

Dukung Program Presiden RI, 40 Dokter ‘Turun Gunung’

BOLMORA.COM, SULUT — Dukungan terhadap program pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto tak berhenti pada wacana.

Di Kabupaten Minahasa, aksi nyata ditunjukkan melalui bakti sosial besar-besaran yang menyasar langsung masyarakat kecil.

Bertajuk “Berbagi Kasih” dengan tema “Solidaritas Nusantara Bagi Sesama”, Arus Bawah Persada bersama Wanita Ne Toudano dan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) menggelar kegiatan sosial di Aula SMK Negeri 1 Tondano, Desa Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Minggu (15/2/2026) kemarin.

Tak main-main, sebanyak 40 dokter diterjunkan untuk memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada ratusan warga, terutama lansia dan masyarakat kurang mampu.

Selain layanan kesehatan, paket sembako juga dibagikan sebagai bentuk kepedulian langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Sejak pagi, aula dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Antrean registrasi kesehatan mengular, sementara tim medis sigap melayani satu per satu warga yang datang. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kuat, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ruh kegiatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar.

Kehadirannya dinilai mempertegas pentingnya kolaborasi lintas elemen bangsa dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang masih dirasakan sebagian masyarakat.

Ketua Arus Bawah Persada, Michael Umbas, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan seremoni politik, melainkan panggilan moral.

“Semangat gotong royong adalah fondasi bangsa ini. Organisasi harus hadir membawa manfaat langsung bagi rakyat, sekaligus sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Wanita Ne Toudano, Patris Rumbayan, menyoroti peran strategis perempuan dalam gerakan sosial.

“Ketulusan dan kepedulian adalah kekuatan utama. Kami ingin perempuan berdiri di garis depan, membela dan membantu rakyat kecil,” ujarnya.

Kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto yang menekankan peningkatan kesejahteraan rakyat, pembangunan sumber daya manusia, serta pemerataan akses layanan kesehatan dan bantuan sosial.

Lebih dari sekadar pembagian bantuan, bakti sosial ini menjadi pesan tegas bahwa solidaritas tidak boleh berhenti di spanduk dan pidato.

Di Minahasa, solidaritas diwujudkan dalam tindakan nyata — menghadirkan dokter, membawa sembako, dan menyapa rakyat secara langsung.

Jika gerakan serupa terus digelorakan, bukan tidak mungkin semangat“Solidaritas Nusantara” benar-benar menjadi gerakan berkelanjutan yang menjangkau lebih luas di Sulawesi Utara dan seluruh Indonesia. (*/Jane)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button