Mohamed Salah Dibidik Saudi Pro League dengan Tawaran Gaji Tiga Kali Lipat
Klub-klub Timur Tengah menyiapkan kontrak raksasa untuk menjadikan bintang Liverpool sebagai ikon baru liga Saudi

Klub-klub Saudi Pro League bergerak agresif untuk memboyong Mohamed Salah dari Liverpool. Mereka menyiapkan kontrak bernilai tiga kali lipat dari gaji yang ia terima di Anfield. Langkah ini dirancang untuk menjadikan penyerang Mesir itu wajah baru sepak bola Timur Tengah.
Salah saat ini mengantongi sekitar £400 ribu per pekan. Angka itu bisa melonjak drastis jika ia menerima pinangan dari Arab Saudi. Para pemilik klub di kawasan Teluk melihat Salah sebagai magnet global yang mampu mengangkat pamor liga.
Masa depan sang pemain di Liverpool mulai goyah. Meski sempat memperpanjang kontrak, hubungannya dengan pelatih Arne Slot dikabarkan kurang harmonis. Situasi ruang ganti memanas dan memicu spekulasi besar tentang langkah berikutnya.
Salah bergabung dengan Liverpool pada 2017 setelah bangkit bersama AS Roma. Ia menjelma mesin gol, membawa The Reds menjuarai Liga Champions dan Premier League. Namanya kini terukir sebagai legenda hidup Anfield.
Namun musim ini cerita berubah. Perannya tidak lagi senyaman dulu. Kritik datang, menit bermain berkurang, dan ketegangan internal mencuat ke publik.
Saudi Siapkan Proyek Besar
Klub-klub Saudi tidak menyerah mengejar Salah. Mereka gagal merekrutnya musim panas lalu, tetapi momentum baru muncul. Liga membutuhkan figur sentral setelah masa depan Cristiano Ronaldo mulai dipertanyakan.
Kepindahan mengejutkan Karim Benzema ke Al-Hilal pekan lalu mengguncang peta kompetisi. Ronaldo dikabarkan kecewa dan membuka opsi kembali ke Eropa. Jika itu terjadi, Saudi akan kehilangan ikon terbesarnya.
Karena itu, nama Salah naik ke posisi teratas daftar buruan. Otoritas liga ingin pemain berstatus megabintang yang punya pengaruh global. Salah dianggap paket sempurna: prestasi, popularitas, dan pasar Timur Tengah yang kuat.
Dilema Besar di Depan Mata
Bagi Salah, tawaran ini bukan sekadar uang. Ini tentang arah karier. Ia harus memilih antara bertahan di Eropa atau memimpin proyek ambisius di Arab Saudi.
Liverpool belum memberi sinyal jelas. Klub menimbang nilai komersial Salah dan kontribusinya di lapangan. Namun godaan finansial dari Saudi sulit ditandingi.
Beberapa pekan ke depan akan menentukan. Jika negosiasi memanas, era Salah di Anfield bisa berakhir lebih cepat dari dugaan. Satu hal pasti: Saudi Pro League datang dengan rencana serius dan dompet tanpa batas.
- Bruno Fernandes Tegas Tolak Pindah ke Saudi Pro League
- Liga Pro Saudi Bentak Ronaldo: Tak Ada Pemain Lebih Besar dari Klub



