Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026

BoltaraDaerah

Jalan Trans Sulawesi di Binjeita Rusak Parah, BPJN Sulut Didesak Segera Bertindak

Janji penambalan darurat sejak Januari 2025 belum terealisasi, warga khawatir keselamatan pengguna jalan terancam

Ruas Jalan Trans Sulawesi di Desa Binjeita, Kecamatan Bolangitang Timur, Bolaang Mongondow Utara, hingga kini belum mendapat perbaikan. Padahal Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara sebelumnya berjanji melakukan penanganan darurat pada akhir Januari 2025.

Hingga Jumat, 6 Februari 2026, kondisi jalan tetap memprihatinkan. Lubang menganga memenuhi badan jalan. Permukaan aspal bergelombang dan membentuk cekungan dalam menyerupai sumur. Situasi ini membahayakan pengendara yang melintas setiap hari.

Pengendara Terpaksa Melambat Ekstrem

Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan harus berjalan sangat pelan. Pengemudi memilih menghindari lubang satu per satu. Saat hujan turun, genangan air menutup lubang dan membuat jebakan tak terlihat.

Warga menilai kerusakan ini sudah berlangsung lama. Aktivitas ekonomi ikut terganggu. Distribusi barang melambat, sementara risiko kecelakaan terus meningkat.

Warga Kecewa Sikap BPJN Sulut

Rheinal Mokodompis, warga yang rutin melintasi jalur tersebut, menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai BPJN Sulut terkesan mengabaikan keselamatan masyarakat.

“BPJN Sulut seperti menutup mata. Jangan menunggu ada korban dulu baru bergerak,” tegasnya dengan nada kesal.

Rheinal meminta pemerintah pusat segera turun tangan. Menurutnya, perbaikan darurat harus dilakukan secepat mungkin agar pengguna jalan tidak dirugikan.

BPJN Janji Tangani Genangan

Kepala BPJN Sulut, Handiyana, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan pihaknya akan mengambil langkah awal. Ia menyebut penanganan sementara difokuskan untuk menghilangkan genangan.

“Kami akan perbaiki dulu agar air tidak tergenang. Tahun ini juga direncanakan penanganan permanen,” ujarnya singkat.

Namun, pernyataan itu belum menjawab kapan pekerjaan fisik dimulai. Warga berharap janji kali ini benar-benar diwujudkan.

Akses Strategis, Risiko Tinggi

Desa Binjeita berada sekitar 50 menit dari Boroko, ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jalur ini menjadi urat nadi mobilitas warga antar-kecamatan. Kerusakan jalan otomatis berdampak luas pada aktivitas sosial dan ekonomi.

Saat berita ini ditulis, cuaca di Boltara terpantau mendung. Potensi hujan diperkirakan memperburuk kondisi lubang yang sudah dalam.

Refli Puasa

Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010. "Mengamati, merespons, merekam dan menceritakan kisah" #DSAS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button