Bank SulutGo Perkuat Sinergi BPD Nasional, Dorong Ekonomi Daerah Lebih Agresif
Dirut Revino Pepah dan Komisaris Utama Ramoy Luntungan tegaskan komitmen kolaborasi dalam Rapat Sinergi KUB BPD 2026

Bank SulutGo menegaskan posisi pentingnya di panggung perbankan nasional. Direktur Utama Revino M. Pepah dan Komisaris Utama Ramoy M. Luntungan hadir langsung dalam Rapat Sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia tahun 2026. Pertemuan strategis itu berlangsung di Gedung AA Maramis, kawasan Kementerian Keuangan, Selasa (3/2/2026).
Forum ini mengumpulkan seluruh pimpinan BPD dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Agenda utama mengarah pada penyelarasan langkah, penguatan kolaborasi, dan percepatan peran BPD sebagai motor ekonomi daerah.
OJK Tekankan Peran Vital BPD
Kehadiran OJK memberi bobot kuat pada pertemuan tersebut. Regulator menegaskan bahwa BPD harus berdiri di garis depan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperluas inklusi perbankan. Arahan kebijakan terbaru disampaikan agar BPD bergerak lebih adaptif dan inovatif.
Peserta rapat membahas strategi konkret. Topik utama meliputi penyaluran kredit sektor prioritas, penguatan struktur modal, manajemen risiko terpadu, hingga akselerasi layanan digital. Semua dirancang agar BPD mampu bersaing tanpa meninggalkan fungsi pembangunan daerah.
Komitmen Kuat dari Bank SulutGo
Revino M. Pepah menegaskan kesiapan Bank SulutGo untuk bergerak bersama. Ia menyebut sinergi antar-BPD menjadi kunci memperbesar daya ungkit ekonomi lokal.
“Pertemuan ini sangat krusial. Bank SulutGo siap berkolaborasi penuh dengan seluruh BPD dan menjalankan mandat sebagai penggerak pembangunan di Sulawesi Utara sesuai arahan OJK,” tegas Pepah.
Pernyataan itu memperlihatkan arah jelas bank daerah tersebut. Bank SulutGo tidak hanya ingin tumbuh, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Tata Kelola Jadi Fondasi
Komisaris Utama Ramoy M. Luntungan menyoroti aspek pengawasan. Menurutnya, sinergi tidak cukup tanpa tata kelola yang kokoh.
“Pengawasan efektif dan prinsip GCG harus menjadi napas utama. Dengan itu, kolaborasi BPD akan berjalan optimal, berkelanjutan, dan akuntabel,” ujar Luntungan.
Ia mendorong setiap BPD menjaga integritas, transparansi, serta kehati-hatian dalam ekspansi bisnis.
Dampak untuk Sulawesi Utara
Keikutsertaan pimpinan Bank SulutGo dalam forum nasional membawa sinyal positif. Langkah ini membuka peluang akses pembiayaan lebih luas, inovasi produk baru, dan penguatan jaringan antar-BPD.
Sinergi tersebut diharapkan mempercepat pertumbuhan UMKM, memperkuat sektor prioritas daerah, dan memperbesar kontribusi Bank SulutGo bagi ekonomi Sulawesi Utara serta Indonesia secara keseluruhan.
- Bupati Boltim Menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi
- Penerapan e-Planning dan e-Budgeting Dimulai dari Desa
- Wimboh Santoso Nahkodai OJK Periode 2017-2022



