PT JRBM Terkesan Pelihara PETI Blok Bakan?

0
615
Camp PT JRBM di Blok Bakan/foto: Istimewa

BOLMORA.COM, BOLMONG — Keberadaan Perusahaan Tambang Emas, PT. J-Resources Bolaang Mongondow (JRBM), yang ada di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong, dinilai punya peran besar terhadap eksisnya aktivitas PETI di blok Bakan.

PT JRBM disinyalir sebagai dalang yang sengaja melakukan pembiaran terhadap oknum pelaku usaha yang melakukan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah konsensinya.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu aktivis pemerhati lingkungan di Kota Kotamobagu. Ia menduga ada skenario besar yang sengaja dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Kenapa sudah sekian lama pelaku PETI yang ada di wilayah konsensi PT. JRBM tidak pernah ditertibkan secara tegas, ” ujar salah satu aktivis yang namanya enggan di publish kepada BOLMORA.COM, Senin 3 Februari 2019.

Menurutnya hal ini aneh. Sebab, mana ada tuan rumah yang sengaja membiarkan pekarangan rumahnya di garap oleh pihak lain.

“Ini menimbulkan pertanyaan, sudah dua tahun lebih, aktivitas PETI di wilayah konsensi PT. JRBM tidak ada tindakan tegas, ada apa?, ” ujarnya.

Dia menilai, jika memang perusahaan benar-benar maksimal dalam melakukan pengelolaan tambang secara baik, maka seharusnya JRBM akan mengambil langkah tegas, dengan menyurat kepada pihak yang berwenang untuk mensterilkan wilayahnya.

“Ini hal yang lucu, dan tidak rasional. Kenapa perusahaan terkesan membiarkan PETI, untuk kepentingan apa?, atau jangan-jangan ada konspirasi kongkalikong dengan instansi terkait, demi berlindung dari sebuah kejahatan lingkungan, ” ketusnya.

Ironisnya, kata dia, justru ada oknum yang berwenang mengatakan, bahwa disana menjadi sumber kehidupan orang banyak. Tapi faktanya, malah menjadi tempat kuburan massal. 

Terbukti, angka kematian di blok Bakan sejak bulan Februari sampai September 2019 terus bertambah hingga mencapai puluhan jiwa yang kehilangan nyawa.

Bahkan, Kamis (6/2/2020) pekan lalu, PETI Bakan kembali menelan korban penambang asal Desa Solimandungan yang meninggal dunia, baca selengkapnya:

“Anehnya, meski sudah menjadi kuburan massal, tapi sampai hari ini tidak ada satu pihak pun yang bertanggung jawab. Padahal disana ada pengusaha-pengusaha gelap, ” tegasnya.

Aktivis ini merasa khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan terus menerus, maka hal ini akan menjadi sebuah tradisi yang terkesan melawan hukum. Dan kondisi ini akan berdampak kepada kurangnya kepercayaan publik terhadap institusi yang berwenang.

Terkait kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Bolmong sendiri sudah mengeluarkan surat edaran penertiban dengan nomor: 540/d.12/dmptsp/25/VI/2019 yang ditandatangani oleh Sekda Bolmong, Tahlis Gallang, tertanggal 17 Juni 2019.

Di pihak Kepolisian Polres Kotamobagu sendiri sudah berulang kali melakukan upaya penertiban. Dibawah komando Kapolres Kotamobagu Gani F. Siahaan, dan instansi terkait, saat itu telah beberapa kali melakukan penertiban. Operasi perdana Polres dilakukan pada tanggal 26 Agustus 2018, dilanjutkan tanggal 24 Januari 2019, 26 Februari 2019, dan terakhir tanggal 3 September 2019. 

Kepolisian Polres Kotamobagu pun sampai memasang himbauan larangan lewat baliho, dan mendirikan Pospam di lokasi PETI. Namun sayangnya upaya tersebut tidak juga mampu menghentikan sepenuhnya aktivitas penambangan.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Bakan sendiri turut berupaya melakukan pencegahan. Menurut Kepala Desa Bakan, Hasanudin Mokodompit, bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal untuk melarang para penambang, agar tidak melakukan aktivitas penambangan.

“Sudah sering saya ingatkan kepada masyarakat, baik itu di masjid-masjid, di balai pertemuan, bahkan di pesta-pesta. Kami tidak melarang masyarakat luar datang ke Bakan, tapi kami ingatkan bahwa tambang yang ada disana ilegal, ” ujar Mokodompit. Kamis (6/2).

Namun saat disinggung mengenai wilayah konsensi PT JRBM di Desa Bakan, Kades Mokodompit menegaskan, bahwa pihaknya belum mengetahui persis batas-batas lokasi konsensi JRBM.

“Kalau mengenai wilayah konsensi saya belum tahu persis, karena saya belum ada pegangan apa-apa dari pihak perusahaan. Padahal saya sudah sering meminta bukti-bukti wilayah garapan perusahaan, termasuk di wilayah Busa. Namun hingga kini tidak ada, ” kelit kades.

Hingga berita ini dipublish, Tim BOLMORA.COM masih melakukan upaya konfirmasi lanjutan ke pihak perusahaan PT. JRBM.

(Wdr)

Editor: Wandy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here