Anggota Dewan Nyambi Proyek?, Ferry Liando Sebut “Bagai Hidung Kerbau Ditusuk Tali”

0
Anggota Dewan Nyambi Proyek?, Ferry Liando Sebut
Pengmay Politik dan Pemerinthan Ferry Daud Liando
Advertisement

BOLMORA.COM, SULUT – DR. Ferry Daud Liando dengan tegas mengatakan jika ada anggota dewan melakukan nyambi proyek itu melanggar Undang-Undang yang berlaku.

“UU No 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPD, DPR dan DPRD, (terkenal dengan UU MD3), pasal 400 ayat 2. Anggota DPRD tidak boleh ada tugas lain termasuk nyambi proyek,” ujar salah satu pengamat politik dan pemerintahan di Sulut saat diwawancarai awak media ini via pesan singkat whatsapp, Selasa (24/1/2023).

Dikatakan Liando, tindakan nyambi proyek seharusnya dihindari para anggota dewan.

“Jika tidak maka perbuatan itu akan mengganggu kerja-kerja profesional DPRD. Fungsi pengawasan mereka terhadap eksekutif akan menjadi melemah jika mereka dapat proyek dari pemeritah,” ucap dia.

Ketika mereka dapat proyek lanjut yang juga Akademisi Unsrat Manado ini, otomatis DPRD tidak akan kritis lagi.

“Bagai hidung kerbau ditusuk tali. Kemana ia akan diarahkan maka ia akan kesana. Kemudian jika DPRD sibuk mengurus proyek maka kerja utama mereka sebagai DPRD akan terganggu, konsentrasinya tidak fokus. Apalagi pada saat mendaftar sebagai caleg mereka membuat pernyataan untuk menjadikan tugas di DPRD itu pekerjaan satu-satunya. Sehingga, agak elok jika semua DPRD dapat menghindari hal-hal demikian,” lugas Liando.

Adapun isi dari Undang-Undang No.17 Tahun 2014 (Undang-Undang MD3), pasal 400 ayat 2 yaitu DPRD dilarang melakukan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan wewenang dan tugas DPR/DPRD provinsi/DPRD kabupaten/kota serta hak sebagai anggota DPR/DPRD provinsi/DPRD kabupaten/kota.

(Jane)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here