Diduga Perawat Jaga Malam di UGD RS Monompia Tidak di Tempat, Pasien Tidak Dapat Pelayanan Hampir Satu Jam
BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Oknum perawat jaga di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit (RS) Monompia diduga tidak ada di tempat saat jam kerja.
Pasalnya, UGD RS Monompia diketahui melayani selama 1×24 Jam. Namun tidak dengan pelayanan yang terjadi pada hari Minggu, (8/1/23) Pukul 03:00 dini hari.
Dimana, saat itu ada salah satu masyarakat Desa Bilalang ll, Kecamatan Kotamobagu Utara Marhana Mokoginta yang akan berobat di RS Monompia dengan keluhan darah tinggi, kolestrol dan magh.
Menurut keluarga pasien yang rencananya akan berobat di RS Monompia, ketika mereka tiba di UGD, tidak ada sama sekali perawat jaga di tempat.
“Saat itu kami tiba di rumah sakit sekitar jam 3 dini hari, tapi tidak ada sama sekali perawat yang ada di UGD. Dan posisi saat itu kakak kami sudah sangat memerlukan penanganan dari pihak rumah sakit itu,” ujar Ariyanto saat ditemui di rumahnya sore tadi.
Lanjut, Ariyanto juga menjelaskan tentang upaya mereka ketika mencari perawat jaga agar kakak mereka bisa cepat ditangani, mengingat sakit yang Ia keluhkan. Dan Dirinya pun merasa bingung karena di papan UGD RS tertulis jelas bahwa pelayanan 1X24 Jam.
“Melihat perawat jaga tidak ada di tempat, kami pun inisiatif mencari di tiap-tiap ruangan yang ada di sekitar UGD, namun tidak ada juga perawat yang terlihat berada di ruangan sekitar UDG tersebut,” jelas Ariyanto.
Menurut Ariyanto, sekitar 30 sampai 40 menit dari usaha mereka mencari perawat jaga, tiba-tiba datanglah seorang dokter.
“Nah, setelah menunggu lama di UGD, tiba-tiba datang seorang dokter, dan dokter tersebut yang langsung mencari dan membangunkan perawat jaga malam saat itu. Kemudian mereka langsung melakukan tindakan kepada kakak Saya,” kata Ariyanto.
Ariyanto pun berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali, mengingat pelayanan 1×24 jam dari pihak rumah sakit itu sangatlah penting.
“Semoga hal ini tidak terulang lagi. Takutnya kejadian ini akan terulang kepada pasien yang harus menerima penanganan cepat dari perawat jaga,” imbuh Ariyanto.
Lanjut Ariyanto, Dirinya pun saat itu berkeinginan untuk mencari rumah sakit lain, tapi masih terhalang dengan keluhan sakit dari kakaknya dan kendaraan yang Ia bawa.
“Rencananya Saya akan membawa kakak saya ke rumah sakit terdekat, tapi saat itu saya hanya membawa motor dan berboncengan tiga, karena keadaan darurat. Ditambah lagi saat itu kakak saya sudah mengeluh kesakitan dibagian dada,” beber Ariyanto.
Sampai berita ini diturunkan, pihak RS Monompia belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi terkait dengan kejadian tersebut.
(Nisar Mokoginta)



