Disdik Bolmong Imbau Sekolah Awasi Larangan Siswa Bawa Handphone
BOLMORA.COM, BOLMONG — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengimbau agar pengawasan terhadap anak, tentang larangan membawa handphone ke sekolah ditindak lanjuti oleh pihak sekolah. Hal itu untuk mengantisipasi dan mencegah agar kejadian seperti sebelumnya tidak terjadi lagi.
Kepala Disdik Bolmong Renty Mokoginta, meminta seluruh sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) agar murid-muridnya tidak membawa Handphone ke sekolah.
“Kami Disdik Bolmong sebelum kejadian itu suda menghimbau keseluruh sekolah agar diinformasikan kepada murid bahwa tidak boleh membawa handphone android dan yang lain yang bisa akses internet ke sekolah,” ujarnya.
Kemudian, agar pengawasan secara terus menerus diberlakukan oleh pihak sekolah agar para muridnya tetap mengikuti aturan dan larangan yang diberlakukan saat ini.
“Kemudian agar sekolah lakukan pengawasan secara continue memeriksa tas anak-anak masih ada atau tidak yang membawa HP, dan kalaupun nnti ada kita memanggil ortu memberikan informasi kepada orang tuanya, kita tidak mau terlibat kejadian seperti sebelumnya,” katanya.
Diimingi pulsa data, Bunga rela kirim foto bugil kepihak tidak dikenal Bunga (Nama samaran), tak kuasa menahan tangisnya ketika menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya kepada Bolmora.Com, Senin (23/9/2019).
Remaja belia yang saat ini masih berusia 16 tahun ini termakan bujuk rayu oleh akun media sosial dengan foto pria ganteng. Saat berhubungan lewat media sosial, Bunga termakan bujuk raju dan memberikan foto bugilnya dengan iming-iming mendapatkan pulsa data.
Beberapa hari kemudian, akun tersebut meminta kembali foto bugilnya, tapi bunga sudah tidak mau memberikannya. Tanpa ia sadari, foto bugil bunga menyebar dan jadi viral di sekolah dan desa tempat tinggalnya. Ia merasa marah, sedih bercampur malu.
Sebagaimana yang diamati Bolmora.Com, foto bugil tersebut sangat vulgar, Bunga bergaya bak model porno.
Gadis manis ini juga menceritakan awal mula berkenalan. Awalnya ia berkenalan dengan seorang pria di facebook. Pria yang diduga akun palsu itu mengajaknya chatting. Lama kelamaan keduanya akrab. Kemudian permintaan aneh muncul.
“Ia minta foto bugil saya, katanya nanti dia kasih pulsa data,” ungkap Bunga.
Wajah ganteng si pria dan bujuk rayunya membuat pelaku yang masih lugu tertipu. Ia berpikir fotonya hanya bakal jadi koleksi pribadi.
“Kemudian ia minta foto lagi. Kali ini saya menolak, karena ia tidak menepati janji, yakni memberi kuota paket data,” kata Bunga lagi.
Namun, si pria mengancam akan menyebar fotonya, dan si pria ternyata benar benar melakukannya.
“Foto bugil saya beredar. Yang anehnya di WA orang-orang yang saya kenal,” terangnya.
Foto itu pun menggemparkan seisi kampung dan di sekolah. Ternyata, ada lima gadis yang foto bugilnya diedarkan akun pria ganteng itu.
“Empat di antaranya saya kenal,” beber dia.
Beredarnya foto itu mendatangkan petaka. Orang tua Bunga geram dan berupaya memukulinya. Ia lantas diungsikan ke gereja.
Sempat terjadi kebingungan di mana ia menginap, di polsek tak bisa, di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) tak ada shelter. Akhirnya ia beroleh sebuah tempat aman untuk sementara.
Bunga selama ini dikenal tergolong remaja yang rajin beribadah.
“Saya merasa sangat berdosa, entah mengapa saya melakukan ini,” ucapnya. dengan frustasi.
(Agung)



