Ini Lima Penyebab Kemandulan pada Pria
BOLMORA, LIFESTYLE – Masalah kesuburan ternyata bukan hanya melekat pada wanita. Tetapi 50 persen masalah invertilitas juga bisa disebabkan karena faktor pria. Meskipun gangguan kesuburan pada laki-laki biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tapi gaya hidup juga bisa memengaruhi hal tersebut. Berikut beberapa gaya hidup yang dapat menyebabkan kemandulan.
- Junk Food
Penelitian menunjukkan, bahwa junk food dapat merusak kesehatan sperma seorang pria, dan akhirnya membuat seorang pria menjadi tidak subur. Hal ini disebabkan oleh lemak trans yang banyak terkandung dalam junk food. Studi yang dilakukan oleh Harvard University juga menemukan fakta bahwa, pria yang mengonsumsi makanan dengan kadar lemak trans tinggi, memiliki risiko cukup besar untuk alami kemandulan.2. Kebiasaan Merokok
para perokok telah terbukti memiliki kesuburan yang lebih kecil dibandingkan mereka yang bukan perokok. Kebiasaan merokok juga dapat memengaruhi kesehatan dan pergerakan sperma.3. Menggunakan Celana Ketat
Penggunaan celana ketat akan membuat suhu di sekitar organ vital menjadi lebih panas, dan kondisi tersebut sangat berbahaya buat sperma. Sebuah penelitian membuktikan dengan mengambil sampel pria yang suka mengenakan celana ketat. Jumlah sperma yang diproduksi biasanya 60 juta permilimiter, dengan menggunakan celana ketat jumlah sperma turun drastis sepertiganya, yakni 20 juta permililiter.4. Obesitas
Pria obesitas juga memiliki sperma yang lebih sedikit dibanding pria berbadan normal. Selain itu, pergerakan sperma pria obesitas, cenderung lebih rendah. Sehingga tidak jarang sperma pria obesitas sulit untuk menjangkau sel telur wanita. Para pria obesitas juga cenderung mengalami perubahan kadar hormon testosteron dan hormon reproduksi lainnya.5. Penggunaan Obat Anti Depresan
Dalam sebuah studi ditemukan bahwa, obat yang biasa digunakan untuk memberikan rasa senang dan bahagia dicurigai dapat membuat pasien pria mengalami gangguan kesuburan dan juga menyebabkan gerakan sperma menjadi tidak normal. Di luar faktor obat-obatan, para ahli sejak lama sudah menyebutkan bahwa stres dan depresi sendiri bisa menyebabkan level hormon testosteron pria berkurang yang berdampak pada menurunnya jumlah sperma.(supri)
Sumber: 1health.id



