Pemkab Bolmong Gelar Bursa Inovasi Desa

0
143
Pemkab Bolmong Gelar Bursa Inovasi Desa
Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, menyampaikan sambutan saatmembuka kegiatan Bursa Inovasi Desa

BOLMORA, BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kamis (13/9/2018), menggelar Bursa Inovasi Desa, yang dipusatkan di Gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan.

Kegatan yang dibuka langsung oleh Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, dihadiri Wakil Bupati Yanni Ronny Tuuk, Kepala SKPD dan ASN di lingkup Pemkab Bolmong, serta 15 camat dan 200 kepala desa (Sangadi) se-Bolmong, dan para Pendamping Desa.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan menyambut baik kegiatan Bursa Inovasi Desa ini. Apalagi Bolmong paling banyak jumlah desa se-BMR.

“Sehingga itu, tentunya kita perlu mencermati betul arahan-arahan yang telah disampaikan tenaga ahli pendamping desa, baik dari kementerian, provinsi maupun pendamping yang ada di Bolmong,” imbuh Yasti.

Ia berharap, para pendamping desa dapat memberikan arahan serta masukkan kepada sangadi dan BPD agar semua program dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) maupun dari APBD Bolmong bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Saya sangat berharap para tenaga pendamping dapat meberikan masukkan yang baik untuk pembangunan sarana dan prasarana pembangunan infrasruktur di desa. Terutama mengembangkan kreasi dalam menyusun rencana pembangunan,” ungkapnya

Yasti mengatakan, terkait dengan laporan hasil pemeriksaan, Inpektorat sudah menyelesaikan LHP dan telah diserahkan kepada dirinya sejak satu bulan yang lalu.

“Nantinya saya kembali mengumpul para sangadi. Karena, kita adalah Kabupaten pertama menurut BPK RI yang telah membagi zonasi-zonasi. Yang mana, terbagi dalam zonasi hijau, kuning dan merah. Naha, ada beberapa desa juga yang masuk dalam zona merah. Namun, saya akan kembali berkoordinasi dengan para pendamping agar para sangadi bisa keluar dari zona merah tersebut,” ujarnya.

Ditegaskan agar Inspektorat Daerah turun bukan untuk mencari-cari kesalahan para sangadi, melainkan untuk memperbaiki apa-apa yang masih keliru.

“Untuk itu saya sangat mengimbau kepada seluruh desa yang masuk pada zona merah, kalau ada kesalahan secepatnya diperbaiki, karena saya tidak mau ada kepala desa saya yang tersangkut masalah hukum. Saya juga berharap kepada Ketua BPD dan para anggotanya, jangan sampai menyandera para sangadi dengan tidak menandatangani usulan dan menghambat program Dandes,” pinta Yasti.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Bolmong Ahmad Yani Damopolii mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah pertukaran informasi dan pengetahuan antar desa, dalam hal melaksanakan program inovasi desa.

“Tujuannya untuk mendorong penggunaan dan pemanfaatan Dandes yang lebih berkualitas, efektif dan efisien melalui kegiatan inovatif dan produktif,” terangnya.

Ditambahkan, program inovasi desa ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMD 2015-2019. Program invasi desa dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan Undang-undang Nomor: 6 Tahun 2014 tentang desa, dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi, serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.

“Ada dua komponen utama dalam progran inivasi desa yaitu, pengelolaan pertukaran pengetahuan dan inovasi desa serta penyediaan peningkatan kapasitas teknis desa, dengan tujuan agar desa-desa mendapatkan jasa layanan teknis yang lebih berkualitas dari lembaga profesional,” urai Yani.

(agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here