Bupati Boltim Hadiri Harganas ke-25

0
136
Bupati Boltim Hadiri Harganas ke-25
Bupati Sehan Landjar, saat berfoto bersama peserta bersepeda di kegiatan Harganas ke-25

BOLMORA, BOLTIM – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-25 yang digelar di Kawasan Megamas Manado, pada Sabtu (7/7), berlangsung meriah.

Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, yang hadir dalam kegiatan itu turut serta bersepeda santai (funbike) bersama Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, jajaran BKKBN Pusat serta para pejabat di lingkup Pemda se-Sulut.

Dalam bersepeda santai tersebut, sesekali Bupati Sehan Landjar harus menghentikan sepedanya, karena dicegat tamu undangan lokal maupun luar daerah untuk berfoto. Permintaan itupun dilayani bupati satu persatu, baik perorangan maupun rombongan.

Usai bersepeda santai, bupati bersama seluruh masyarakat yang hadir serta utusan dari BKKBN seluruh Indonesia, menyantap bubur Manado yang disediakan panitia.

Menurut Plt Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, kegiatan itu diselenggarakan untuk mengingatkan kembali pentingnya mencintai dalam keluarga dan pentingnya perencanaan dalam membangun keluarga.

“Peringatan Harganas memiliki tujuan untuk meningkatkan peran serta pemerintah dan pemerintah daerah, mitra kerja dan swasta, tentang pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga (agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta lingkungan), dan pembentukan karakter sejak dini, untuk mewujudkan pelembagaan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera, dengan konsep pendekatan keluarga berkumpul, berinteraksi, berdaya, serta peduli dan berbagi,” ungkapnya.

Menariknya, konsep pendekatan keluarga yang digunakan itu sama dengan yang sering disampaikan Bupati Sehan Landjar, yakni keluarga berkumpul meluangkan waktu tanpa disibukkan dengan gawai (gadget, televisi, atau alat elektronik lainnya).

Sebagaimana diketahui, dalam berbagai pidatonya, bupati selalu mengingatkan dampak buruk gawai. Di antaranya, sering tidak sadar membuang waktu berjam-jam sekadar untuk menatap layar ponsel.

“Fenomena saat ini, orang tua lebih banyak tanggap dan cepat merespon handphone dibanding kebutuhan anak. Tidak apa-apa digunakan, asal pada hal positif jangan habis waktu kita untuk memegang handphone, daripada kita mengusap kepala anak,” kata Eyang, sapaan akran bupati Boltim.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, yang turut hadir pada acara puncak peringatan Harganas mengatakan, setiap keluarga harus memiliki harapan kepada putra dan putrinya. Agar ke depan bisa hidup dengan baik, benar, dan mampu menjalankan fungsi-fungsi keluarga dengan baik juga.

“Demi mewujudkan harapan itu, perlu makin meneguhkan delapan fungsi keluarga yang ada. Mulai dari fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, ekonomi, sosial pendidikan, kesehatan reproduksi, sosial budaya, hingga kelestarian lingkungan,” paparnya.(ayax vay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here